PMPHI : Masyarakat Pasti Bangga, Dibawah Kepemimpinan Firli Bahuri KPK Tarik Dana Mencapi Rp 90,5 T Dari Koruptor

Rabu, 16 September 2020 | 19:14 WIB

 

Medan,MPOL: Kordinator Wilayah (Korwil) Pusat Monitoring Politik Hukum Indonesia Sumatera Utara (PMPHI-SU) Drs Gandi Parapat mengaku bangga, atas keberhasilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI).

“Dibawah kepemimpinan, Ketua KPK RI, bapak Firli Bahuri ,KPK mampu menarik dana atau uang dari tangan koruptor hingga mencapai Rp 90,5 triliun. Kami bahkan masyarakat umun pasti bangga atas keberhasilan yang diraih KPK mengembalikan dana ke negara Rp 90,5 triliun dari tangan Koruptor”, kata Korwil PMPHI-SU, Gandi Parapat di Medan, Rabu(16/9/2020).

Gandi pun menyebut semua elemen masyarakat pasti bangga atas hal itu, kecuali yang merasa pintar, hebat dan merasa bermoral. Bahkan, para Mafia Koruptor pasti gelisah dan marah, serta berupaya menjatuhkan Firli yang bekerja tanpa pandang bulu.

Hal itu kata Gandi berkaitan dengan kebutuhan dengan hidup mewah yang dituduhkan orang atau kelompok tertentu. Hal itu suatu kebodohan apalagi penilaian itu dari orang yang punya status.

Untuk keselamatan dan tanggung jawab, kata mantan Caretaker DPD GAMKI Sumut itu, apapun dilakukan orang yang bertanggung jawab, jangankan uang/dana ,semua harta dan nyawa dipertarukan. Menyewa sesuatu barang atau fasilitas untuk kebutuhan dan keselamatan itu tidak hidup mewah,

Gandi pun mengaku hersn , ketika Firli 20 Juni 2020 cuti satu hari pulang kampung melakukan kegiatan sakral ziarah dengan keluarga, dari Palembang ke Baturaja menyewa helikopter dituduh kelompok tertentu melanggar UU/kode etik dengan hidup mewah.

Padahal sebut aktivis tersebut semua itu dilakukan Firli karena waktu yang sangat sempit dan tanggung jawab atas tugas negara. Memanfaatkan uang pribadi untuk kepentingan keluarga melaksanakan kegiatan sakral ziarah dituduh hidup mewah.

“Apakah uang atau harta Firli Bahuri, harus dibagi bagi kepada kelompok tertentu biar tidak dibilang hidup mewah dan tidak mengintervensi Dewan Pengawas agar memecat Firli,” katanya seraya menyebut Dewan pengawas (Dewas) KPK merupakan orang yang sudah lulus dari hal hal kejahatan, sangat bermoral tau mana yang salah dan yang benar.

Firli Bahuru pun , sejak seleksi KPK sudah seperti dimusuhi oleh orang tertentu, seperti menyuruh mundur dari Polri, padahal tidak ada Undang Undang yang dilanggar. Tapi semua itu dihadapi Firli dengan tenang dan bijak membuat orang tertentu semakin gelisah.

“Mungkin mereka disponsori para Koruptor yang merusak negara, sehingga apapun yang dibuat Firli selalu salah.
Kami sarankan kepada ilmuwan, aktivis, atau yang merasa bermoral agar berpikir sehat menilai ketua KPK. KPK dalam waktu yang sangat singkat telah berhasil mengembalikan uang negara dari tangan koruptor, masyarakat dari Sabang sampai Merauke bangga dan mendukung itu”.

Kepada pihak pihak tertentu , Gandi pun berharap agar bertobat dan jangan menyalahkan sehingga mempengaruhi pejabat untuk menjatuhkan hukuman yang tidak layak.

” Harus diingat dan didukung, Dewas itu yang berkepribadian, berintegritas tidak sembarangan jangan dipengaruhi mereka melaksanakan tugasnya untuk kepentingan negara. PMPHI sendiri tidak ada hubungan pribadi dengan ketua KPK Firli. Kami kenal beliau dari berita, kami pelajari rekam jejaknya dan latar belakangnya dan kami merasa tidak pernah membela”, tutup Gandi.**