Pembunuh Pelajar SMP di Langkat Sempat Konsumsi Sabu dan Kerap Nonton Film Porno

Kamis, 30 Juni 2022 | 15:58 WIB

Langkat, MPOL : Polisi mengungkap fakta kasus pembunuhan terhadap ASS alias A (14) seorang pelajar SMPN 3 Babalan, Kec. Beranda Barat, Kab. Langkat, Sumatera Utara. Sebelum dibunuh, korban yang merupakan warga Jl. Besitang Gg. Manggis, Kel. Alur Dua, Kec. Sei Lepan, Langkat, diperkosa Fajar Sidik (19) pria yang baru dikenalnya yang tinggal Jl. Bypass Gg. Bahari, Kec. Sei Lepan, Langkat.

Kapolres Langkat, AKBP Danu Pamungkas Totok didampingi Kasat Reskrim Iptu Luis Beltran mengatakan, pelaku kerap menonton film porno dan sempat mengkonsumsi sabu.

“Dari hasil interogasi, tiga hari sebelum memperkosa dan membunuh korban, tersangka sempat mengkonsumsi sabu dan hasil urinenya positif. Selain itu, pelaku juga kerap menonton film porno,” kata Danu Pamungkas, Kamis (30/6/2022) siang.

Masih dijelaskan Danu, antara korban dan pelaku tidak mempunyai hubungan. Saat itu pelaku kenal korban karena sering melintas di jalan dan melihat korban senyum-senyum. Lalu, pelaku mengejar korban dengan mengendarai sepeda motor Revo dan berusaha mendekati korban.

“Pelaku tanya ke korban, mau kemana? Dijawab korban mau ke lapangan golf. Kemudian pelaku menawarkan untuk mengantarkannya dan diiyakan korban,” katanya.

Selanjutnya, ketika korban dan pelaku tiba di lapangan golf, pelaku merayu korban dan kemudian mereka bercumbu. Namun, ketika pelaku hendak membuka baju korban, di situ korban menolak dan menggigit bibir pelaku. Kemudian pelaku memukul bagian belakang kepala korban menggunakan tangan yang mengakibatkan korban pingsan.

Kapolres Langkat, AKBP Danu Pamungkas didampingi Kasat Reskrim, Iptu Luis Beltran memaparkan pelaku pembunuhan terhadap pelajar SMP.

“Nah, disaat korban pingsan, pelaku membuka pakaian dan rok serta celana dalam korban. Selanjutnya pelaku menggagahi korban. Kemudian korban sadar dan menangis. Karena panik, pelaku kemudian memukul korban lagi dan korban pingsan lagi,” ujarnya.

Kemudian, lanjut dijelaskan Danu, pelaku kembali memperkosa korban. Selesai itu, takut korban sadar kembali, pelaku memukul korban yang masih dalam keadaan pingsan dengan menggunakan batu ke arah kening, kepala dan leher. Selanjutnya, pelaku memasukkan pakaian seragam korban ke dalam tas milik korban dan membuang tas tersebut ke semak-semak tidak jauh dari TKP. Namun, karena pelaku ingat bahwa korban masih memakai jilbab, pelaku datang lagi ke lokasi dan mengambil jilbab dan ikat rambut, lalu membuangnya ke parit.

“Pelaku juga mengakui bahwa baju kaos merah yang dipakainya pada saat melakukan perbuatan tersebut pada malam harinya ia buang ke Sungai Babalan,” katanya.

Korban dibunuh oleh pelaku pada Rabu (15/6/2022). Kemudian jasad korban ditemukan di Sanggar Pramuka areal Komplek Pertamina, Desa Puraka II, Kec. Sei Lapan, Kab. Langkat, Rabu (21/6/2022). Selanjutnya, Senin (27/6/2022) sekira pukul 16.00 WIB, pelaku berhasil ditangkap tim gabungan Polsek Berandan dan Polres Langkat dibackup Subdit III Jatanras Polda Sumut tanpa perlawanan di bengkel tempat pelaku kerja di Jl. Bypass Gg. Bahari, Sei Lepan, Langkat.

Terhadap pelaku, polisi menjerat Pasal 338 KUHPidana Subs Pasal 351 ayat (3) KUHPidana Jo Pasal 81 Ayat (1) UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. *