Pembunuh Mandor Kebun di Langkat Ditangkap

Minggu, 27 November 2022 | 18:00 WIB

Langkat, MPOL : Pelaku pembunuhan terhadap mandor kebun PT. Rapala di Kabupaten Langkat diringkus polisi. Pelaku Tuahta (19) warga Dusun Sei Gelugur, Desa Sei Musam, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dibekuk usai melakukan pencurian dengan kekerasan hingga korban, Reno (49) tewas.

Kasatreskrim Polres Langkat, Iptu Luis Beltran menjelaskan pada Jumat (25/11/202), awalnya seorang saksi berinisial H, selaku mandor panen datang ke kantor sekaligus mess PT Rapala di Desa Karya Jadi, Kecamatan Batang Serangan, sebagai kegiatan rutinitas meminta pengarahan sebelum bertugas dari korban selaku mandor I. Setibanya, saksi H kemudian berdiri di depan kantor sambil memanggil dan mengetuk pintu mess tempat tinggal korban namun tak ada jawaban.

“Saksi H berdiri di depan kantor sambil memanggil korban dengan cara mengetuk pintu mess tempat tinggal korban, namun tidak ada jawaban,” kata Luis, Minggu (27/11/2022) sore.

Selanjutnya, tak lama saksi lainnya berinisial P datang untuk mengantar lauk milik korban. Saat itu, saksi H meminta P agar meletakkan lauk itu di depan pintu dan P diminta oleh untuk langsung bekerja. kemudian, saksi H pun mengarahkan para karyawan BHL untuk langsung ke lapangan dan dia pun pergi ke lapangan untuk mengontrol buah kelapa sawit.

Tak berapa lama, H kembali lagi ke kantor dan memanggil korban di mess namun tetap tidak ada jawaban. Kemudian saksi berjalan menuju bukit untuk mencari sinyal hp dan menghubungi saksi S meminta untuk datang ke kantor sehubungan korban belum juga keluar dari mess.

Saksi S tiba di kantor kemudian saksi H dan S memanggil kembali korban, namun tetap tidak ada jawaban hingga akhirnya karena merasa curiga maka kedua saksi mendobrak pintu depan rumah korban.

“Setelah didobrak, di dalam rumah terlihat korban sudah tergeletak dengan posisi telungkup dan berlumuran darah. Mengetahui hal itu, saksi melaporkan ke pihak desa dan diteruskan ke Polsek Padang Tualang,” ujarnya.

Selanjutnya polisi melakukan penyelidikan. Pada Sabtu (26/11/2022) petugas mengidentifikasi pelakunya bernama Tuahta tengah berada di sebuah rumah di Desa Jatisari, Kecamatan Padang Tualang. Tim bergerak dan menangkap pelaku bersama barang bukti satu unit hp diduga milik korban yang diambil oleh pelaku.

Setelah diinterogasi polisi, pelaku mengakui telah melakukan pencurian dengan kekerasan terhadap korban mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Adapun motif pelaku adalah mau ngambil uang gajian milik buruh-buruh perkebunan, karena korbannya ini mandor kebun,” ujarnya.

Terhadap pelaku, polisi menjeratnya dengan Pasal 365 ayat 3 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. *