Pelaku yang Bacok Pelajar di SPBU Sumarsono Ditangkap, Otak Penyerangan Mantan Ketua Gemot SL

Minggu, 27 November 2022 | 16:39 WIB

Medan, MPOL : Tim gabungan Satreskrim Polrestabes Medan dan Polsek Sunggal meringkus pelajar yang membacok pelajar SMKN 9 bernama Eko Farid Azzam (15) di SPBU Jalan Kapten Sumarsono, Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal. Peristiwa yang menggegerkan dan viral itu terjadi, Jumat (25/11/2022) menyebabkan korban tewas setelah pahanya dibacok pelaku menggunakan celurit.

Kapolrestabes Medan, Kombes Valentino Alfa Tatareda mengatakan ada 5 tersangka yang ditangkap dalam peristiwa berdarah itu, salah satunya adalah pembacok korban.

“Pelakunya SDA alias P (16). Darinya kita amankan barang bukti sebilah celurit,” kata Valentino saat konferensi pers di Mapolrestabes Medan, Minggu (27/11/2022) sore.

Valentino menjelaskan, sebelum pelaku P ditangkap, Polsek Sunggal lebih dulu mengamankan dua pelajar dari Jalan Dr. Mansyur karena membawa senjata tajam (sajam) dan saat ini tengah diproses hukum.

Kemudian, untuk TKP di Jalan Sumarsono, Valentino mengatakan bahwa kejadian tersebut dari hasil pemeriksaan memang terjadi penyerangan dari siswa SMKN 9 gabungan dari alumni dan kawan-kawan para pelajar, termasuk korban Farid. Lalu, mereka menuju ke SMK Eka Prasetya, Medan. Ketika di Jalan Sumarsono terjadi lempar-lemparan antar pelajar. Pihaknya juga mendapat informasi ada pelajar yang membawa panah.

“Karena kalah jumlah, korban bersama kawan-kawannya melarikan diri. Di SPBU, korban dan kawannya hendak mengisi BBM. Saat itu siswa dari SMK Eka Prasetya ini mengejar dan melakukan penganiayaan karena korban melarikan diri. Di situ terjadi penganiayaan dan mengakibat korban meninggal dunia dibacok di bagian paha kirinya,” ungkapnya.

Dari kejadian tersebut, petugas gabungan yang melaksanakan penyelidikan berhasil mengamankan 5 orang sejak, Sabtu (26/11/2022) subuh. Dimana satu diantaranya adalah pelaku SDA alias P.

“Empat pelaku lainnya berhasil diamankan berkat pengembangan. Mereka adalah KES, JSY, ALN dan Rizky Marin Luther,” sebutnya.

Mantan Dirlantas Polda Sumut ini menyebut pemicu ataupun motif pembacokan karena dendam antar sekolah.

Kapolrestabes Medan, Kombes Valentino menginterogasi otak pelaku penyerangan/ tawuran yang juga mantan Ketua Gemot SL, Risky Martin Luther. (Foto: Ardi).

“Motifnya memang pelajar ini sudah merencanakan untuk tawuran, berantam antar sekolah. Diduga ada kejadian-kejadian sebelumnya yang mengakibatkan dendam dari sekolah-sekolah. Mereka sudah berjanji dan akan tawuran di lokasi yang mereka tentukan, salah satunya di Jalan Kapten Sumarsono,” ujarnya.

Disinggung soal apakah ada pelaku lainnya, Valentino mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman dan terus memeriksa pelaku yang diamankan.

“Ada yang terlibat geng motor juga pelajar yang diamankan. Di lingkungan sekolah mereka juga ada geng-gengan ataupun geng motor. Ada yang masuk geng motor Simple Life (SL),” katanya.

Ia mengatakan, dalam kasus kematian korban, yang menjadi otak pelaku penyerangan/ tawuran adalah pelaku Rizki Martin Luther (20) yang merupakan mantan ketua Geng Motor Simpel Life. Ia juga ikut menganiaya korban hingga tewas.

Sementara 3 tersangka lainnya, KES, JSY dan ALN berperan membawa, menyimpan dan membuang barang bukti celurit.

Pelaku pembacokan SDA alias P ketika diwawancarai mengapa membacok korban mengaku karena korban adalah lawannya.

“Saya membacok korban karena lawan. Sekali saja saya bacok kena pahanya,” ujarnya.

Sebagai barang bukti, polisi mengamankan sebilah celurit, sebuah tongkat baseball dan belasan unit sepeda motor yang diamankan dari para pelajar terlibat tawuran. *