P22 Tersangka Mariana “Mandek” di Polres Belawan, Korban : Takutnya melarikan diri, wajib laporpun tidak diterapkan

Selasa, 23 Februari 2021 | 23:38 WIB

Medan,MPOL: Korban penipuan, Danil Rachman mengaku sangat kecewa dengan sikap penyidik Polres Pelabuhan Belawan yang sampai saat ini tidak melakukan P22 terhadap tersangka Mariana.

Padahal, jaksa penuntut umum sudah menyurati bahkan menghubungi langsung penyidik yang menangani agar segera melakukan tahap 2.

“Surat dari Kejari Belawan kepada Polres Pelabuhan Belawan, prihal pemberitahuan hasil penyidikan perkara pidana atas nama tersangka Mariana yang disangka melanggar pasal 372 KUHP no B/1.2.26.3/Eoh.1/02/2021 menyebutkan berkas tersangka sudah dinyatakan lengkap dan diminta agar menyerahkan tersangka untuk selanjutnya dilakukan proses persidangan. Surat itu dikirim pada tanggal 15 Februari 2021,” kata korban merujuk surat Kejari Belawan.

Korban menilai, polisi terlalu memberi peluang yang lebih kepada tersangka penggelapan Mariana. “Dengan peluang yang diberikan polisi saya khwatir tersangka melarikan diri apalagi Mariana tidak dilakukan wajib lapor sebagaimana biasa para tersangka yang dilakukan penangguhan penahanan,” jelas Daniel Rachman.

Korban juga mengaku heran dan menimbulkan tanda tanya besar kepada penyidik ada apa sehingga Mariana mendapat perlakuan sangat istimewa.

“Apakah hal tersebut diberlakukan kepada semua tahanan atau tersangka di Polres Belawan,” katanya.

Daniel Rachman mensinyalir, kalau polisi tidak bisa menghadirkan tersangka untuk P22.

“Kalau sempat polisi tidak bisa menghadirkan Mariana di p22 bagaimana?apakah Kapolres Pelabuhan Belawan bisa bertanggung jawab. Kerugian saya cukup besar lho atas ulah Mariana dan suaminya. Dan saya dengar juga ada korban lain yang kena tipu sama mereka dan buat laporan di Polrestabes Medan,” kata korban Danil Rachman kepada wartawan, Selasa (23/2).

Sebelumnya, Kasipenkum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Sumanggar Siagian ,S.H, M.H , mengatakan, setiap berkas pemeriksaan yang telah dinyatakan lengkap (P21) oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), wajib penyidiknya untuk melakukan P22 (Mengirim tersangka dan barang bukti) kepada penuntut umum untuk segera dilimpahkan kepada Kejaksaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Hal itu dikatakan Sumanggar Siagian menjawab wartawan terkait kasus tersangka penipuan, Mariana yang ditangani Polres Pelabuhan Belawan. Yang mana, berkas pemeriksaan Mariana sudah dinyatakan lengkap (P21) namun sampai saat ini, Polres Pelabuhan Belawan belum juga mengirim tersangka dan barang bukti.

“Sesuai ketentuan hukum, bila berkas sudah dinyatakan lengkap (P21), pihak penyidik harus mengirimkan tersangka dan barang bukti ke penuntut umum (P22), agar dapat segera diajukan ke penuntut umum untuk selanjutnya dilakukan proses persidangan,” jelas Sumanggar, Senin (22/2).

Diketahui, kasus penipuan berawal dari bisnis jual beli kacang antara korban, Daniel Rachmat selaku sub dialer PT.FKS dengan Mariana selaku pemilik Toko Asia Paper yang beralamat di Jalan Pelita 4 Blok C Komplek Kim Star Tanjung Morawa, Kab Deli Serdang, sejak tahun 2015.

Singkat cerita, Mariana tidak membayar pembelian kacang kepada Daniel Rachmat. “Berbagai upaya telah dilakukan korban agar Mariana membayar namun dia selalu beralasan macam-macam. Terakhir dia bilang tidak ada lagi uang untuk membayar,” ujarnya.

“Ada empat kali pengambilan kacang oleh Mariana ke PT.FKS yakni sebanyak 30.000 Kg dengan harga RP.210.187.500,” kata Kuna.

Merasa ditipu, Daniel Rachmat mengadu ke Polres Pelabuhan Belawan dengan nomor LP/450/X/2020/SPKTerpadu Polres Pelabuhan Belawan tanggal 14 Oktober 2020.***