Merasa Tidak Aman, Korban Minta Polsek Medan Area Tangkap Lagi Pelaku Penganiayaan

Kamis, 6 Februari 2020 | 16:55 WIB

Medanposonline.com – Rudi Antoni (50) berharap pelaku penganiayaan terhadap dirinya segera kembali ditangkap karena warga Jalan Denai ini merasa tidak nyaman bila sewaktu-waktu pelaku yang disebut-sebut pŕeman Pajak Sukaramai ini datang dan melakukan hal yang serupa

“Setelah sempat ditangkap, pelaku bernama E alias Mata Kucing (45) warga Jalan Denai Medan Denai dipulangkan Polsek Medan Area, Rabu (5/2/20) kemarin,” ucap korban kepada Medan Pos, Rabu (5/2/20) sore.

Korban merasa heran dan keberatan mengapa pelaku yang menganiayanya dibebaskan tanpa adanya mediasi perdamaian.

“Saya sangat keberatan, dia (pelau) ditangkap pada Senin (3/2/20) kemarin oleh Polsek Medan Area dan tiba-tiba selang dua hari Rabu (5/2/20) pelaku ditangguhkan tanpa ada perdamaian,” keluh korban.

Ia mengatakan dengan bebasnya tersangka yang dikenal sebagi preman ini, selain menciderai rasa keadilan, korban merasa tidak aman dan takut sewaktu-waktu tersangka mendatanginya kembali.

Diceritakannya, aksi penganiayaan yang dilakukan pelaku terhadap korban terjadi di Jalan AR Hakim pada Jumat (3/1/20) lalu. Dipicu persoalan sepele, hanya karena disapa oleh korban, tersangka tiba-tiba mengamuk dan memukuli korban.

“Kami sudah saling kenal kutegur dia, disitu dia menghampiri saya dan membentak saya, dan tak lama memukul dan menendang saya,” ujar korban.

Atas kejadian ini, korban mengalami luka-luka di bagian wajahnya. Korban terus membuat laporan ke Polsek Medan Area yang tertuang dalam Nomor : STTLP/14/K/I/2020/SPKT Medan Area.

Pihak Polsek Medan Area yang mendapatkan laporan ini lalu melakukan penyelidikan dan membekuk tersangka pada Senin (3/2/20) kemarin. Anehnya, selang 2 hari ditangkap tersangka nyatanya sudah bebas.

“Kabarnya ada makelar kasus yang mengurus agar dia bisa ditangguhkan,” kata korban.

Sementara Kapolsek Medan Area Kompol Faidir Chaniago membenarkan bahwa tersangka telah ditangguhkan penahanannya dan kasusnya tetap jalan. “Ini bukan melanggar Pasal 351 tapi Pasal 352 yakni pasal tipiring (tindak pidana ringan). Namun begitu kasusnya tetap kita lanjutkan,” jawab kapolsek saat dihubungi Rabu (5/2/20) malam. (isu)