Menyusul ZH, Jefri dan Reza Divonis Mati

Senin, 21 September 2020 | 16:21 WIB
Medan, MPOL: Kuasa Hukum almarhum Jamaluddin mengapresiasi putusan Pengadilan Tinggi Medan tertanggal 10 September 2020 yang menghukum tiga terdakwa pembunuh Hakim Jamaluddin dengan hukuman mati.
     Terdakwa Zuraida Hanum yang semula dihukum mati oleh Pengadilan Negeri (PN) Medan, dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Medan. Sedangkan terdakwa Jefri  Pratama yang semula dihukum seumur hidup dan  Reza Pahlevi  dihukum 20 tahun dinaikkan menjadi hukuman mati.
     ”Memang itulah yang semestinya, karena pada dasarnya inikan pembunuhan berencana dari mereka bertiga. Jadi ini sudah pas pasal 340,”
kata Muhammad Jafaruddin  kepada wartawan, Senin (21/9).
     Jafaruddin mengaku masih melihat putusan itu di website Pengadilan Tinggi Medan. ”Kita secara resmi belum menerima salinan putusannya,saya masih lihat di E- Court,” jelas Jafar. Ditanya apa tanggapan keluarga Jamaluddin, Jafar mengaku belum  memberitahukan ke mereka.
     Sebelumnya Majelis Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Medan diketuai Ronius beranggotakan Purwono Edi Santoso dan Krosbin Lumban Gaol mengubah vonis 20 tahun penjara eksekutor hakim PN Medan Jamaluddin, Reza Fahlevi menjadi hukuman mati dan Jefri Pratama dari seumur hidup menjadi hukuman mati.
     “Menyatakan Terdakwa M Reza Fahlevi tersebut telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan  pembunuhan berencana yang dilakukan secara bersama-sama sebagaimana didakwakan dalam Dakwaan Primair,” demikian isi putusan majelis banding yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Senin (21/9).
Menurut hakim, perbuatan ketiga terdakwa  sangatlah biadab dan terencana menghabisi nyawa hakim. Sehingga sangat layak untuk dijatuhi hukuman yang setimpal yaitu hukuman mati.
     “Terdakwa Reza Fahlevi dan saksi Jefri Pratama dan saksi Zuraida Hanum dapat dikategorikan sebagai perbuatan sadis dan tidak berperikemanusiaan dan sekaligus sebagai hal yang memberatkan, maka pidana yang akan dijatuhkan kepada Terdakwa Reza Fahlevi dan saksi Jefri Pratama dan saksi Zuraida Hanum harus diperlakukan sama dan adil, sesuai dengan amar putusan ini. Dan dengan putusan seperti itu akan memberikan efek jera dan takut kepada orang lain untuk tidak melakukan perbuatan yang sama di kemudian hari,” papar majelis.
     Diketahui, Zuraida membunuh suaminya di rumahnya di Perumahan Royal Monaco, Medan, pada 29 November 2019 dini hari. Zuraida Hanum menyuruh Jefri dan Reza untuk menghabisi suaminya. Kemudian jenazah Jamaluddin dibawa ke kebon sawit dan dibuat seolah-olah kecelakaan.