Mantap! Polsek Helvetia Gagalkan Peredaran 7,8 Kg Sabu, Ibu dan Anak Ditangkap Jadikan Rumah Gudang Penyimpanan Narkoba

Jumat, 25 Maret 2022 | 20:48 WIB

Medan, MPOL : Polsek Helvetia lagi-lagi mengungkap kasus narkoba dengan barang bukti narkoba yang cukup fantastis. Semenjak dipimpin Kapolsek Kompol Heri Sihombing, Tim Unit Reskrim Polsek Helvetia yang dikomandoi Iptu Theo Dwi Hutama membongkar peredaran sabu yang dikendalikan oleh ibu dan anak kandungnya.

Pengungkapan kasus sabu oleh Polsek Helvetia ini patut diapresiasi, mengingat Kompol Heri dikenal sebagai perwira dengan tipe pekerja keras dalam mengungkap kasus. Diketahui, dalam waktu 3 bulan dengan tipe sekelas Polsek mampu mengungkap kasus narkoba dengan barang bukti sabu yang cukup banyak.

Terkini, tersangka Muhammad Rafli (20) dan ibunya Yulita alias Desi (32) warga Jl Medan-Binjai KM 13, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, ditangkap petugas di Jl. Medan-Binjai, Desa Sei Semayang, Kec. Sunggal, Minggu (13/3/2022) lalu. Keduanya ditangkap karena menjadi pelaku peredaran narkoba dengan menjadikan rumahnya sebagai gudang penyimpanan sabu.

Kapolsek Medan Helvetia, Kompol Heri Sihombing kepada wartawan mengatakan, para pelaku ditangkap setelah pihaknya mendapat informasi bahwa adanya peredaran narkoba di lokasi tersebut. Selanjutnya, petugas bergegas melakukan penyelidikan dan menggerebek rumah tersebut. Alhasil, saat digeledah, petugas menemukan sejumlah barang bukti narkoba berupa sabu-sabu.

“Saat dilakukan penggeledahan kita temukan satu tas berwarna hijau dengan isi tujuh paket sabu-sabu seberat 7 kg dan satu paket sabu yang sudah terbuka seberat 873 gram,” kata Heri, Jumat (25/3/2022).

Heri menjelaskan, selain mengamankan sejumlah narkoba, pihaknya juga menyita beberapa barang bukti lainnya, seperti dua buah sendok besi dan satu buah timbangan digital serta plastik bening untuk membungkus sabu.

Setelah diamankan, kedua tersangka bersama sejumlah barang bukti diserahkan ke Satres Narkoba Polrestabes Medan untuk penyidikan lebih lanjut.

“Tersangka Rafli terima perintah ambil barang di SPBU dekat rumah mamaknya. Baru dibawalah ke rumah mamaknya yang turut terlibat karena tau kerjaan ini, kerja dari adek mamaknya yang di Aceh. Pas anggota nangkap, mamaknya pindahkan sabunya,” jelasnya.

Kedua tersangka mengaku barang bukti sabu tersebut hanya disimpan di rumahnya dan sabu dikendalikan oleh seorang pria dari Aceh.

“Menurut pengakuannya rumah itu dijadikan gudang tempat penyimpanan sabu yang dikendalikan oleh pamannya yang berada di Aceh. Kita masih lakukan pengembangan, kita kejar,” pungkasnya.

Sebelumnya, Polsek Helvetia berhasil menggagalkan peredaran narkoba dari seorang wanita bernama Yutty Zulfan (45) warga Jl. Airlangga No.13-L, Kel. Petisah Tengah, Kec. Medan Petisah/ Jl. Serbaguna Ujung, Dusun IV Desa Helvetia, Kec. Labuhan Deli, Deli Serdang, Sabtu (1/1/2022) sekira pukul 08.00 WIB.

Dari tersangka ibu rumah tangga (IRT) yang sudah berstatus janda ini, petugas mengamankan diantaranya 9 kg sabu yang dikemas menjadi 8 bungkus teh China dan 7 paket sabu-sabu tanpa logo, 2800 butir ekstasi, 4 timbangan elektrik dan 3 unit hp serta sebuah palu.

Pengungkapan ini bagi Polsek Helvetia merupakan kado istimewa di tahun baru 2022. *