Lapas Kelas II A Siantar, TNI, Polri  dan BNNK Gelar Razia Gabungan

Rabu, 7 April 2021 | 13:23 WIB
Simalungun, MPOL: Dalam rangka memperingati  Hari Bhakti Kemasyarakat Ke-57, petugas Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Kelas II Pematangsiantar dengan TNI, Polri dan BNN melakukan razia gabungan, Selasa (06/04/2021) malam sekira pukul, 19.30 WIB.
         Gelar razia di Lapas  Kelas II A Pematangsiantar Jalan Asahan Batu VII Nagori Pantoan Maju, Kec.Siantar Kabupaten Simalungun tersebut dipimpin langsung  Kabid Pelayanan Tahanan, Kesehatan, Rehabilitasi, Pengelolaan Benda Sitaan, Barang Rampasan Negara dan Keamanan  Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumut , Kriston Napitupulu Amd.IP, S.H,  didampingi Kepala Lapas Kelas Kelas II A
Pematangsiantar, Rudy Fernando Sianturi, Amd.IP, SH,  Kapolsek Bangun AKP L.S Gultom (mewakili  Polres Simalungun), Danramil (mewakili TNI), petugas Lapas Kelas II A Pematangsiantar, perwakilan BNN Kota Pematangsiantar, serta insan pers.
         Menurut Kalapas Kelas II A Pematangsiantar melalui Humas Daniel Tindaon dalam relisnya kepada Medan Pos, Rabu (07/04/2021) mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengantisipasi peredaran narkoba di dalam Lapas.
          Lalu, lanjut Daniel Tindaon,  agar Lapas Kelas II A Pematangsiantar dapat Bersinar (Bersih dari Narkoba), dan  juga untuk melakukan deteksi dini pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban.
       Lebih lanjut, ungkap Daniel, berkaitan dengan kegiatan razia tersebut, pihak Lapas Kelas II A Pematangsiantar sudah menandatangani perjanjian kerja sama dengan BNN dalam rangka melaksanakan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) sesuai dengan Inpres (Intruksi Presiden) No. 2 Tahun 2020.
        Oleh karena itu, tegas Daniel Tindaoan, Lapas Siantar membuktikan keseriusannya  dalam membangun lapas Siantar menjadi lapas yang bersinar (bersih dari Narkoba) dan siap bersinergi dengan aparat penegak hukum lainnya untuk  memerangi narkoba.
        Dijelaskannya, hasil dalam razia gabungan tersebut tim menmukan yakni,  handpone  14 buah, charger 2 buah, sendok yang ditajamkan, dan senjata tajam 5 buah, dan tidak ditemukan narkoba.

“Barang bukti hasil dari razia gabungan tersebut langsung dimusnahkan dengan cara dibakar yang disaksikan oleh tim razia dari  TNI-Polri, BNNK Pematangsiantar dan insan pers,”pungkas Daniel Tindaon.**