Korupsi Rp 39,5 Miliar, Mujianto dan Canakya Dituntut 9 Tahun Penjara

Jumat, 18 November 2022 | 22:02 WIB

Medan, MPOL; Dua Direktur swasta di Medan yakni Direktur PT Agung Cemara Realty ( ACR) Mujianto (67) dan Direktur Khrisna Agung Yudha Abadi (KAYA) Canakya Suman (42) dituntut Jaksa masing-masing 9 tahun penjara karena terbukti korupsi Rp 39,5 miliar, dalam sidang di Pengadilan Tipikor Medan, Jumat (18/11/2022) petang.

Dalam nota tuntutannya JPU dari Kejati Sumut Isnayanda menyebutkan, terdakwa Canakya Suman terbukti melakukan korupsi bersama terdakwa lainnya sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 ayat 2 huruf b UU Nomor 20 Tahun 2001 Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

“Menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 9 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsidair 5 bulan kurungan,” kata jaksa Isnayanda dihadapan majelis hakim diketuai Immanuel Tarigan.

Selain itu, JPU juga menuntut terdakwa Canakya untuk membayar uang pengganti (UP) biaya kerugian negara sebesar Rp14,75 miliar.

“Dengan ketentuan, sebulan setelah perkaranya berkekuatan hukum tetap, maka harta benda terdakwa disita kemudian dilelang. Bila harta benda tidak mencukupi, maka akan diganti dengan pidana penjara selama 4 tahun 6 bulan,”  kata jaksa.

Sementara dalam pertimbangan jaksa, hal yang memberatkan perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi, berbelit-belit dan tidak mengakui perbuatannya.

“Sementara hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dalam persidangan,” urai jaksa.

Setelah mendengarkan nota tuntutan jaksa, majelis hakim Immanuel Tarigan menunda persidangan pada Senin (28/11/2022) mendatang untuk mendengarkan pembelaan (pledoi) terdakwa.

Kemudian JPU Isnayanda langsung membacakan tuntutan terhadap Mujianto. Terdakwa warga Jalan Sudirman Medan itu terbukti melanggar pasal 2 dan pasal 5 Tindak Pidana Pencucian Uang ( TPPU)

Selain tuntutan 9 tahun, Mujianto juga dibebani membayar denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun.
Serta membayar Uang Pengganti( UP) kerugian negara sebesar Rp 13,4 miliar subsider 4 tahun 3 selain itu JPU minta terdakwa Mujianto tetap ditahan.

Untuk mendengar pembelaan kedua terdakwa, sidang dilanjutkan 28 November 2022 mendatang

Sebelumnya, jaksa mendakwa Canakya  Suman terkait kredit macet senilai Rp 39,5 miliar di salah satu bank plat merah.

Dalam kasus ini, Canakya Suman diadili bersama konglomerat Mujianto dan notaris Elviera.

Sebelumnya diketahui juga, pada Desember 2020 lalu Canakya telah divonis bersalah melakukan tindak pidana penggelapan 35 sertifikat dan dihukum pidana 2 tahun 4 bulan penjara.(*)

Terdakwa Mujianto saat mendengar tuntutan JPU (Pung)

Korupsi Rp 39,5 Miliar,
Mujianto dan Canakya Dituntut 9 Tahun Penjara

Medan, MPOL; Dua Direktur swasta di Medan yakni Direktur PT Agung Cemara Realty ( ACR) Mujianto (67) dan Direktur Khrisna Agung Yudha Abadi (KAYA) Canakya Suman (42) dituntut Jaksa masing-masing 9 tahun penjara karena terbukti korupsi Rp 39,5 miliar, dalam sidang di Pengadilan Tipikor Medan, Jumat (18/11/2022) petang.

Dalam nota tuntutannya JPU dari Kejati Sumut Isnayanda menyebutkan, terdakwa Canakya Suman terbukti melakukan korupsi bersama terdakwa lainnya sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 ayat 2 huruf b UU Nomor 20 Tahun 2001 Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

“Menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 9 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsidair 5 bulan kurungan,” kata jaksa Isnayanda dihadapan majelis hakim diketuai Immanuel Tarigan.

Selain itu, JPU juga menuntut terdakwa Canakya untuk membayar uang pengganti (UP) biaya kerugian negara sebesar Rp14,75 miliar.

“Dengan ketentuan, sebulan setelah perkaranya berkekuatan hukum tetap, maka harta benda terdakwa disita kemudian dilelang. Bila harta benda tidak mencukupi, maka akan diganti dengan pidana penjara selama 4 tahun 6 bulan,”  kata jaksa.

Sementara dalam pertimbangan jaksa, hal yang memberatkan perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi, berbelit-belit dan tidak mengakui perbuatannya.

“Sementara hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dalam persidangan,” urai jaksa.

Setelah mendengarkan nota tuntutan jaksa, majelis hakim Immanuel Tarigan menunda persidangan pada Senin (28/11/2022) mendatang untuk mendengarkan pembelaan (pledoi) terdakwa.

Kemudian JPU Isnayanda langsung membacakan tuntutan terhadap Mujianto. Terdakwa warga Jalan Sudirman Medan itu terbukti melanggar pasal 2 dan pasal 5 Tindak Pidana Pencucian Uang ( TPPU)

Selain tuntutan 9 tahun, Mujianto juga dibebani membayar denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun.
Serta membayar Uang Pengganti( UP) kerugian negara sebesar Rp 13,4 miliar subsider 4 tahun 3 selain itu JPU minta terdakwa Mujianto tetap ditahan.

Untuk mendengar pembelaan kedua terdakwa, sidang dilanjutkan 28 November 2022 mendatang

Sebelumnya, jaksa mendakwa Canakya  Suman terkait kredit macet senilai Rp 39,5 miliar di salah satu bank plat merah.

Dalam kasus ini, Canakya Suman diadili bersama konglomerat Mujianto dan notaris Elviera.

Sebelumnya diketahui juga, pada Desember 2020 lalu Canakya telah divonis bersalah melakukan tindak pidana penggelapan 35 sertifikat dan dihukum pidana 2 tahun 4 bulan penjara.(*)