Kerap Lakukan Pemerasan di Pasar Bengkok Aksara, Nyali Preman Ini Ciut Saat Ditangkap Polisi

Jumat, 14 Januari 2022 | 22:35 WIB

Medan, MPOL : Seorang pelaku pemerasan di Pasar Bengkok Jl. William Iskandar simpang Aksara, Kel. Sidorejo Hilir, Kec. Medan Tembung, ditangkap Unit Resmob Sat Reskrim Polrestabes Medan. Aksi premanisme Andi Dian Syahputra (47) viral di media sosial (medsos) setelah memaksa seorang sopir untuk membayar uang SPSI yang sudah dipatokkan.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Dr. Muhammad Firdaus mengatakan, peristiwa itu terjadi, Sabtu (8/1/2022) sekira pukul 10.30 WIB, di mana kala itu korban yang juga sopir pengantar barang, Prengky (21) menurunkan barang di Pasar Bengkok tepatnya di Toko Wira Jl. Willem Iskandar. Pada saat itu datang dua pemuda yang mana salah seorang diantaranya meminta uang SPSI sebesar Rp. 35.000 dengan memaksa dan mengatakan wajib membayar uang SPSI.

“Saat diminta uang sebanyak itu, korban dengan sangat terpaksa memberikan uang tersebut. Atas kejadian tersebut pelapor merasa keberatan dan dirugikan kemudian melaporkannya ke Polrestabes Medan guna diproses hukum,” kata Kompol Firdaus, Jumat (14/1/2022) malam.

Menindaklanjuti laporan korban, petugas kemudian melakukan penyelidikan. Alhasil, Kamis (13/1/2022) sekira pukul 22.00 WIB dan berhasil meringkus pelaku Andi Dian Syahputra di rumahnya Jl. Pembinaan Dusun III Bandar Setia, Kec. Percut Sei Tuan. Nyali pelaku pun langsung ciut saat ‘dipegang’ polisi dan membawanya ke Mapolrestabes Medan guna penyidikan lebih lanjut.

“Hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya dan menurut keterangan saksi yang juga teman pelaku menerangkan bahwa dia tidak mengetahui bahwa pelaku ada melakukan pemerasan kepada korban, akan tetapi dia mengetahui bahwa pelaku lah orang yang sering melakukan pemerasan di Pasar Bengkok,” ungkapnya.

Firdaus menjelaskan, adapun target pemerasan yang dilakukan pelaku adalah mobil box yang sedang melakukan bongkar muat di Pasar Bengkok. Hasil pemerasan oleh pelaku dibayar kepada Ketua SPSI Medan Estate sebesar Rp. 10.000 perbulan, di mana pelaku mendapatkan hasil dari pemerasan Rp 30.000 sampai Rp 50.000 perharinya.

Sebagai barang bukti, petugas mengamankan sebuah kwitansi.

“Pelaku sudah kita tahan dan dijerat Pasal 368 KUHP dan terancam 9 tahun penjara. Nantinya kita akan lakukan pemanggilan dan pemeriksaan kepada Ketua SPSI Medan Estate,” tandasnya. *