Kasus Vaksin Kosong ditarik ke Poldasu,  Kabid Humas: Belum ada tersangka 13 Saksi Diperiksa

Senin, 24 Januari 2022 | 19:41 WIB
Medan, MPOL: Polda Sumut menarik kasus penyelidikan vaksinasi kosong dari Polres Pelabuhan Belawan. Kasus suntik vaksin kosong kepada dua siswa SD swasta Wahidin itu ditarik untuk mempermudah penyelidikan
 Kabid Humas Poldasu Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, untuk mempermudah penyelidikan, kasus vaksinasi kosong itu ditindaklanjuti Ditreskrimum Poldasu.
“Saat ini penyidikan ditangani Poldasu. Sebanyak 13 saksi sudah diperikda di antaranya dua anak diduga korban vaksinasi kosong dan orang tuanya,” ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, Senin (24/1).
 Disebutkan,  kasus itu awalnya ditangani Polres Belawan. Namun untuk lebih mendalami dan memudahkan koordinasi penyidikan, maka kasus itu diambilalih Poldasu.
 Juru bicara Poldasu itu menjelaskan, pendalaman dilakukan termasuk mengaudit jumlah vaksin dan vaksin yang digunakan, pencapain vaksinasi (target) dan lainnya dengan melibatkan Dinas Kesehatan Sumut, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan saksi ahli.
Disebutkan, penyidik hingga saat ini masih mendalami motif terjadinya penyuntikan vaksin kosong yang diduga dilakukan nakes.
Dan sampai saat ini, sebutnya, penyidik belum menetapkan tersangka. “Belum penetapan tersangka,”tandasnya.
  Diketahui, Kasus ini mencuat setelah video penyuntikan vaksin kosong kepada seorang siswa SD Wahidin viral di media sosial (medsos). Polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan memanggil dan memeriksa dua tenaga kesehatan yang melakukan penyuntikan vaksin, yakni G dan Wa. Keduanya merupakan dokter di RS Delima Martubung.
Video tersebut direkam saat pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 di SD Wahidin Medan Labuhan, Senin (17/1) yang digelar Polsek Medan Labuhan Polres Pelabuhan Belawan bekerjasama dengan RS Delima Martubung.***