Kasus pengrusakan tanaman,  Kuasa Hukum Pelapor Minta Polrestabes Medan Ungkap Dalangnya

Kamis, 16 September 2021 | 01:45 WIB
Medan,MPOL:  Kasus pengrusakan tanaman di Dusun XI Desa Sampali, Kec Percut Sei Tuan mengalami perkembangan. Seorang terduga pelaku yang tak lain Kepala Dusun (Kadus) diamankan Satreskrim Polrestabes Medan, Senin (13/9).
Kadus XI inisial An diamankan karena tidak mengindahkan panggilan polisi. Akan tetapi, setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka An tidak dilakukan penahanan.
Selain Kadus XI, Kepala Desa Sampali Rus juga sudah dimintai keterangan. Namun statusnya masih sebagai saksi.
Bukti laporan pengaduan Suprayogi.(dok)
“Rus diduga dalang pengrusakan namun statusnya masih sebagai saksi. Sampai saat ini baru atasnama Ant yang dijadikan tersangka tapi tidak dilakukan penahanan,” kata M. Asril Siregar SH,MH selaku kuasa hukum pelapor Suprayogi, Rabu (15/9).
Asril yakin kalau penyidik Polrestabes Medan bertindak professional. “Kita yakin penyidik pasti sudah mengetahui dalang pengrusakan itu. Berdasarkan keterangan kalau dalangnya diduga oknum kepala desa. Kami berharap oknum Kades ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Asril Siregar.
Dia berharap kasus ini dapat segera tuntas ditangani PolrestBes Medan dan mengirim ke JPU untuk proses persidangan.
Setiap manusia harus sama dihadapan hukum. “Kita tidak suka kalau seorang kepala desa diperlakukan istimewa. Jangan mentang-mentang punya jabatan atau materi diberlakukan beda dari orang yang tidak punya apa-apa. Pemberlakukan hukum yang sama di RI menunjukkan kalau negara RI taat hukum,” ungkapnya.
Sebagai kepala desa, sebut Asril, sepatutnya menjadi mediator untuk menyelesaikan setiap permasalahan. “Jika Kades menganggap tanaman milik Suprayogi menyalahi, sebaiknya dilakukan langkah-langkah administratif dengan cara menyurati pemilik tanaman untuk mencabut atau menghentikan penanaman, bukan langsung mengerahkan massa mencabut tanaman tersebut,” tegasnya.
Uniknya, sebut M.Asril lagi, tanaman yang dicabut itu dibawa ke kantor desa dan kemudian tidak tahu dimana rimbanya. Akibat kejadian itu,  Suprayogi menderita kerugian Rp.60 juta.
Sebagaimana diketahui, Suprayogi menanam bibit mangga, durian, jeruk dan tanaman lainnya dilahan seluas 120×100 meter di Dusun XI, Desa Sampali, Kec Percut Sei Tuan. Adapun jumlah tanaman mencapai ratusan pokok bibit unggul.
Namun, beberapa bulan kemudian, tanaman itu dicabuti tanpa sepengetahuan pemiliknya. Ironisnya, korban langsung menyaksikan pencabutan tanaman itu yang diduda kuat dikordinir Kepala Desa Sampali, Ruslan dengan melibatkan belasan anggota OKP dan Ormas.
“Saya waktu itu berusaha mempertanyakan alasan mencabuti bibit yang kami tanam namun mereka tidak perduli,” kata Suprayogi.
Akibat perbuatan mereka itu, aku Suprayogi, dirinya terpaksa melaporkan ke Polrestabes Medan, dengan bukti laporan nomor:STTP/759/IV/Yan 2.5/2021/SPKT/Restabes Medan tanggal 9 April 2021.
“Adapun yang dilaporkan antara lain Muh Ruslan, Sugiarto dkk,” sebut Suprayogi dalam laporan yang diterima  Ka SPKT B Panit II M.Barus.
Sementara itu, Kades Ruslan yang dikonfirmasi melalui hanphone soal tuduhan sebagai dalang pengrusakan tanaman milik Suprayogi, mengaku tidak terima disebut sebagai dalang.
“Mohon Maaf Ya Bang, Bahasa Dalang Tu
Saya Kurang Suka
Karena Disitu Pihak PTPN Yang Meminta Bantuan Ke Desa
Untuk Meratakan Lapangan tersebut,Tp Kenapa Bahasa Nya bang Rahmat Seperti Itu,” kata Ruslan melalui WhatsAap (WA), Rabu (15/9) pukul 21.52 wib.
 
Dan Sekali Lagi Mohon Maaf Bang
Mengenai Surat Desa Yang Bang Rahmat Serah Kan Ke Polrestabes
Saya Juga Akan Pertanyakan
Ke Absahan Nya
Karena Lapangan Bola Tersebut Masih HGU Aktif. Tapi Kenapa ada Surat Desa Yang Keluar di Lokasi Vasum Tersebut
Dan di tambah Lagi Kemaren Kami Di surati PTPN 2 Untuk Menjaga Lokasi Lapangan tersebut
Untuk Kordinasi Kalau Ada Pembangunan Di Lokasi Tersebut.
 
Jadi Semua Sketsa Permainan Di Lapangan bola Ini. Mengenai dalang disitu, Tinggal Kita Lihat Bang, Siapa Yang Bermain di Lokasi Vasum Tersebut.
 
“Kami Pihak Desa hanya Bisa Memantau
Karena Disitu Seharusnya 
Yang Punya Andil
Pihak PTPN 2,” sebut Kades Ruslan.***