Kartu Kredit Anggota DPRD Medan Diretas, Pengacara Ranto Sibarani Somasi PT Bank Maybank

Selasa, 15 September 2020 | 18:35 WIB

Medan,MPOL: Tidak senang kartu kreditnya diretas, nggota DPRD Medan, Drs. Wong Chun Sen,M.Pd melalui kuasa hukumnya, Ranto Sibarani SH dari Kantor Hukum Ranto Sibarani, S.H & Rekan memberikan Somasi kepada PT Bank Maybank Indonesia Tbk, karena kartu kredit kliennya diretas, hingga mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

Ironisnya, kendati Drs,Wong Chun Sen merasa tidak pernah mencairkan kartu kreditnya namun pihak Maybank tetap menagih sebagai hutang.

“Kita sudah mengirimkan somasi kepada pihak PT.Bank Maybank sehubungan kartu kredit klien saya (Drs. Wong Chun Sen red) diretas, pelaku diduga bekerja sama dengan orang dalam,” kata Ranto Sibarani SH, Selasa (15/9).

Ranto menjelaskan, peretasan kartu kredit diketahui berawal dari tagihan Kartu Kredit Wong Chun Sen yang ditagihkan oleh pihak bank, namun Wong Chun Sen keberatan dengan tagihan tersebut dikarenakan tidak merasa melakukan transaksi yang ditagih tersebut.

“Pada tanggal 02 April 2020 sekira pukul 18.39 WIB, Wong menerima telepon dari nomor 08170028884 yang mengaku sebagai Petugas dari Maybank, lalu menyatakan bahwa ada yang menyadap Kartu Kreditnya dan juga menyatakan bahwa ada transaksi Kartu Kredit yang mencurigakan,” ujar Ranto Sibarani dikantornya.

Kemudian, sambung pengacara berkepala plontos itu, setelah percakapan via telepon tersebut berakhir dengan selang waktu lebih kurang 3 menit Wong Chun Sen menerima SMS yang menginformasikan telah terjadi transaksi dengan selisih waktu 1 menit.

“Adapun transaksi tersebut sebanyak 7 kali yakni, Rp. 2.970.000 (151488) Traveloka, Rp. 9.571.000 (094573) JD Payment, Rp.11.700.000 (425702) JD Payment, Rp. 7.875.000 (065127) JD Payment

5) Rp.11.700.000 (332543) JD Payment, Rp. 5.000.000 (380329) JD Payment dan Rp. 1.479.000 (422728) Elevania.Co.Id. Total transaksi puluhan juta rupiah,” jelasnya.

Ranto Sibarani SH didampingi Josua Rumahorbo, Kamal Pane dan Yudhi Syahputra mengatakan, setelah mendapat SMS konfirmasi tersebut, kliennya langsung menelepon Customer Care Maybank, yang kemudian diterima pihak Maybank atas nama Zaki.

“Klien kami kemudian melaporkan transaksi yang tidak pernah dilakukannya tersebut, dan saudara Zaki kemudian menyatakan akan menindak lanjuti dan memproses laporan tersebut dengan Nomor Referensi COOBPZZ. Saudara Zaki juga menginformasikan kepada Klien kami bahwa

bila ada tagihan atas transaksi tersebut maka klien kami harus membuat surat pernyataan sanggahan agar permasalahan tersebut dapat diselesaikan oleh Maybank sehingga Klien kami tidak perlu melakukan pembayaran atas tagihan tersebut. Akan tetapi, klien kami malah mendapat surat tagihan atas transaksi yang tidak pernah dilakukannya tersebut.

“Dengan ini kami tegaskan bahwa Klien kami keberatan dan tidak pernah melakukan 3 kali transaksi sebagaimana isi Surat dari PT Bank Maybank Indonesia Tbk tertanggal 03 Juli 2020 dengan Nomor S.2020.VII.016/DIR OPS – Customer Care. KK perihal Transaksi Kartu Kredit, bahkan klien kami telah mengajukan Surat Pernyataan Sanggahan Transaksi tertanggal 29 April 2020 ke PT Bank Maybank Indonesia Tbk” ujar Ranto yang juga menyatakan akan melakukan langkah hukum jika kliennya terus menerus ditagih atas transaksi yang tidak pernah dilakukannya tersebut.

“Kami telah mengirimkan somasi kepada PT Bank Maybank Indonesia di Jakarta dengan tuntutan antara lain agar PT Maybank menghentikan tagihan-tagihan atas transaksi yang tidak dilakukan klien kami, agar PT Maybank melakukan langkah-langkah strategis untuk melindungi transaksi elektronik pada kartu kredit klien kami dan kartu kredit nasabah lain, mengusut oknum yang meretas kartu kredit klien kami, mengumumkan secara terbuka pihak-pihak yang terlibat dalam peretasan kartu kredit klien kami tersebut,” tegasnya.

Dia juga meminta agar pihak Maybank melakukan isi somasi dimaksud. “Ini menyangkut jaminan perlindungan nasabah bank bukan hanya untuk klien kami, namun semua nasabah bank harus mendapat perlindungan dari peretas yang kami curigai bekerja sama dengan orang dalam,” pungkasnya.***