Johannes Widjaya Eks Komut PT Liftec Dituntut 4,5 Tahun

Rabu, 3 Maret 2021 | 19:43 WIB

 

Medan, MPOL: Johannes Widjaya(56) mantan Komisaris Utama(
Komut) PT Liftec Indonesia Jaya (LIJ ) dituntut Jaksa Penuntut Umum( JPU)Tiorida Simanjuntak 4 tahun 6 bulan penjara karena terbukti memalsukan tanda tangan Erik Lionanto selaku Direktur Utama ( Dirut) PT Liftec dalam Purchase atau pesanan order( PO) barang di Pengadilan Negeri Medan,Rabu (3/3)

JPU Tiorida Simanjuntak dalam Nota Tuntutannya yang dibacakan dihadapan Majelis Hakim diketuai Ali Tarigan menjerat terdakwa Johannes,warga Jalan Bilal Gg Wario Medan ini melanggar pasal 263 ayat 1 KUHP.

“Perbuatan tersebut dilakukan terdakwa Johannes secara berlanjut dari 3 Desember 2015 hingga Juni 2016,” ujar JPU Tiorida

Menurut JPU,saat terdakwa Johannes menjabat Komut di PT Liftec 2015-2018 telah menyuruh Lilis Gunawan dan Nurafni yang merupakan Staf Admin di PT. Liftec Indonesia Jaya Cabang Medan untuk mengetik surat berupa 9 lembar Purchase Order atas nama Drs. Erik Lionanto selaku Direktur Utama di PT Liftec diantaranya PO yang ditujukan ke
PT. Prima Cipta Megah Jaya Jakarta.

“Terdakwa telah menandatangani Purchase Order tersebut dengan memalsukan tanda tangan saksi korban Drs. Erik Lionanto tanpa seijin dari saksi korban dan Purchase Order tersebut dibuat tanpa sepengetahuan dari saksi korban Drs. Erik Lionanto,” ujar JPU

Selain itu,lanjut JPU terdakwa Johannes telah mengeluarkan Kartu Garansi palsu untuk servis dan pemeliharaan terhadap suku cadang 1 unit Hoisting Crane produk STAHL Electric Wire Rope Hoist Type SH 5025-32 4/2-1 L3 Serial Number 3223893 yang di beli oleh saksi Handoko Louis Losijana selaku direktur CV. Semesta Raya Utama dari PT. Liftec melalui terdakwa.

Beberapa hari kemudian Gear Box yang ada pada Hoisting Crane tersebut yang telah di pasang di PTPN XIII Pontianak mengalami kerusakan sehingga saksi Handoko Louis Losijana mendesak terdakwa untuk segera melakukan pergantian dan komplain kepada saksi korban Drs. Erik Lionanto karena dalam Kartu Garansi Palsu tersebut tertulis atas nama dan tanda tangan Drs. Erik Lionanto.

Akibat perbuatan terdakwa tersebut ,Drs. Erik Lionanto harus membantu terdakwa untuk mengganti barang yang rusak tersebut dengan membeli barang yang baru seharga Rp. 90.000.000,- sedang terdakwa hanya menyanggupi membayar sebesar Rp. 20.000.000,- dan sisanya sebesar Rp. 70.000.000,- terpaksa ditanggung oleh saksi korban Drs. Erik Lionanto.

Untuk mendengar nota pembelaan terdakwa sidang menarik pengunjung terutama mahasiswa dan praktisi hukum itu dilanjutkan Rabu mendatang(pung)