Intel Kejaksaan Tangkap DPO Terpidana Korupsi

Jumat, 23 Oktober 2020 | 12:28 WIB
Medan  MPOL: Tim Intelijen Kejaksaan Agun g RI bekerjasama dengan Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara ( Kejatisu) dan Kejaksaan Negeri ( Kejari) Belawan dipimpin  Asintel Kejatisu Dwi Setyo Budi Utomo, SH,MH beserta tim  mengamankan terpidana DPO Kejari Belawan atas nama Boy MF Tampubolon, SE (42 th) dengan lokasi penangkapan di  Jalan Lipat Kajang Atas Kampung Siatas Kec. Simpang Kanan Aceh Singkil, Kamis (22/10/2020).
Menurut Plt. Kajati Sumut Aditya Warman melalui Asintel Dwi Setyo Budi Utomo dan Kasi Penkum Sumanggar Siagian menyampaikan bahwa terpidana terkait perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam kegiatan pengadaan sarana dan alat penangkap ikan pada Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Medan TA 2014 di Kelurahan Nelayan Indah Kecamatan Medan Labuhan Kota Medan.
“Terpidana sampai di Kejatisu pukul 22.25 WIB. Kerugian negara Rp. 492.781.650 (empat ratus sembilan puluh dua juta tujuh ratus delapan puluh satu ribu enam ratus lima puluh rupiah),” katanya.
Lebih lanjut Asintel menyampaikan bahwa terpidana Boy MF Tampubolon,a SE terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama – sama.
“Perkara ini telah berkekuatan hukum tetap berdasarkan putusan Makamah Agung RI Nomor 417.K/PID.SUS/2017 tanggal 06 September 2017, yakni : -Menetapkan bahwa terpidana terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama sama.
“Menjatuhkan pidana kepada terpidana dengan pidana penjara selama 4 (empat) tahun dan denda Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) dengan ketentuan  apabila pidana denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 6(enam) bulan dan menjatuhkan pidana tambahan kepada terpidana untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp. 492.781.650 (empat ratus sembilan puluh dua juta tujuh ratus delapan puluh satu ribu enam ratus lima puluh rupiah),” kata Dwi Setyo Budi Utomo.
Setelah pendataan dan administrasi di Kejatisu, selanjutnya terpidana akan diserahkan ke Kejari Belawan.