Implementasi Polri Presisi, Polsek Medan Area Operasi Pungli dan Premanisme

Minggu, 13 Juni 2021 | 16:44 WIB

Medan,MPOL: Salah satu implementasi Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas dan transparansi berkeadilan adalah pemeliharaan Kamtibmas dan pelayanan prima kepada masyarakat. Dalam hal ini, Polri akan selalu menjamin keamanan masyarakat dalam berkehidupan antara lain dari gangguan pelaku pungutan liar dan premanisme serta kejahatan konvensional lainnya.

Menyikapi instruksi Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menindak segala bentuk pungli dan premanisme, Kapolsek Medan Area Kompol Faidir Chan SH.MH bergerak cepat dengan menurunkan pasukan memberantas pungli dan premanisme.

Teranyar, dalam operasi itu, puluhan pelaku pungli dan premanisme diangkut ke Mapolsek Medan Area. Mereka diamankan dari berbagai lokasi, Minggu (13/6).

Operasi yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Medan Area Iptu Rianto SH tersebut, mendapat respon positif dari kalangan masyarakat terutama para pelaku usaha, khususnya mereka yang selama ini menjadi obyek para pelaku pungli dan premanisme.

Kapolsek Medan Area Kompol Faidir Chan disela-sela Pemberantasan pelaku pungli dan premanisme itu mengatakan, pihaknya akan terus melaksanakan instruksi Kapolri dengan menurunkan kekuatan penuh agar masyarakat bebas dari pelaku pungli dan premanisme.

“Kami tidak mampu bekerja sendiri memberantas pelaku pungli dan aksi premanisme tanpa bantuan masyarakat. Bilamana ada yang korban atau melihat aksi pungli dan premanisme, segera laporkan dan informasikan melalui Call center 110. Bila perlu videokam sehingga kita dapat dengan mudah melakukan penyelidikan dan penangkapan,” katanya, Minggu (13/6).

Dia mengatakan,pemberantasan pelaku pungutan liar dan premanisme adalah implementasi Polri Presisi sebagaimana yang disebutkan pak Kapolri karena aksi pungli dan premanisme mengganggu kenyamanan masyarakat terlebih para pelaku usaha. “Karena itu, Polri harua hadir ditengah-tengah masyarakat dalam rangka memberi perlindungan dan keamanan menuju Harkamtibmas,” ujarnya.

Perwira melati satu dipundaknya itu meminta kepada para preman agar tidak melakukan pemalakan atau pungutan liar khuausnya di wilayah hukum Polsek Medan Area.

“Jangan coba-coba membuat memaksakan kehendak sendiri dengan melakukan pungutan liar, kami akan sikat para premanisme,” tegasnya.

Adapun identitas para terduga preman atau pelaku pungli yang berhasil diamankan oleh Kepolisian Polsek Medan Area tersebut,yakni, BP (51) warga Jalan Elang dengan barang bukti uang Rp 4000, DS ( 37) warga Jalan AR Hakim Gg.Kantil dengan barang bukti uang Rp 6000, W (36) warga Jalan Bromo dengan barang bukti uang Rp 3000.

Kemudian, KA ( 36) warga Jalan Nikel dengan barang bukti uang Rp 3000, AH (23) warga Jalan Rusa dengan barang bukti uang Rp 5000.

Selanjutnya, MM alias Munir (48) warga Jalan Mujair dengan barang bukti uang Rp 9000, B (35) warga Jalan AR Hakim dengan barang bukti uang Rp 9000, MDS ALS Dedi (39) warga Jalan Besi dengan barang bukti uang Rp 7000.

Lalu, BCAP (24) warga Jalan Gabus dengan barang bukti uang Rp 5000 dan MR alias Rafli (25) warga Jalan Beringin Tembung dengan barang bukti uang Rp 6000.

“Kita masih melakukan pendataan dan akan melakukan test urine. Bilamana ada terlibat tindak pidana akan kita lakukan penahanan dan assesmen bila test urine positif narkoba,” jelas Kompol Faidir Chan.

Sementara itu, Acui dan Laster, warga kawasan Medan Area berharap agar pemberantasan pungutan liar dan premanisme tidak dilakukan sesaat namun harus berkelanjutan karena Medan khususnya “gudangnya” preman.

“Kita minta jangan karena ada perintah Presiden langsung digalakkan operasi premanisme dan pungli, kemudian redup. Kami berharap aksi premanisme bersih karena aksi pungli dan premanisme menjadi momok menakutkan bagi warga khususnya pelaku usaha,” katanya.

Disebutkan, para preman melakukan pungli tidak melihat tempat dan kondisi. Hanya untuk memperbaiki kamar mandi saja dan bongkar barang dari mobil sudah dipungki dengan alasan uang keamanan, uang SPSI dan lain-lain. “Bahkan, jualan dipinggir jalan yang menggelar satu steleng kecil saja dipungli,” pungkasnya.***