Hukuman 6 Tahanan Pelaku Penganiayaan Berujung Maut Otomatis Bertambah

Kamis, 25 November 2021 | 13:31 WIB

Medan, MPOL : Hukuman terhadap 6 tahanan Sat Reskrim Polrestabes Medan yang secara bersama-sama melakukan penganiayaan berujung maut otomatis bertambah.

Keenam pelaku yang menyiksa korban Hendra Syahputra (49) di sel tahanan hingga tewas itu saat ini tengah menjalani hukuman penjara dalam berbagai kasus pidana sebelumnya.

Hal itu dikatakan Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Muhammad Firdaus.

“Mereka (para pelaku) masih dalam pemeriksaan. Tetap kita proses lagi kasus penganiayaan secara bersama-sama,” kata Firdaus saat dihubungi Medan Pos Online, Kamis (25/11/2021) siang.

Ia mengatakan, terhadap para pelaku dijerat Pasal 170 dengan pidana penjara paling lama 12 tahun.

Keenam pelaku penyiksaan itu yakni, Tolib alias Rendi (35) warga Jl. STM, Kec. Medan Johor (tahanan kasus pencurian dengan pemberatan), Willy alias Aseng Kecil (20) warga Jl. Mayor, Pulo Brayan Kota, Kec. Medan Barat (tahanan kasus secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang), Juliusman Zebua (25) warga Perumnas Mandala, Kec. Medan Denai (tahanan Kasus pencabulan).

Kemudian, Nino Pratama (21) warga Jl. Aluminium Gg. Jambu, Kec. Medan Timur (tahanan kasus penggelapan), Hendra Siregar (45) warga Jl. Tiga No. 44 C, Kel. Pulo Brayan Bengkel, Kec. Medan Timur (tahanan kasus pertolongan jahat/tadah) dan Hisarma Manalu (44) warga Jl. Danau Marsabut No.148, Kel. Sei Agul, Kec. Medan Barat (tahanan kasus pertolongan jahat/tadah).

Para pelaku tega menyiksa sampai akhirnya korban mati karena memaksa korban untuk memberikan sejumlah uang, mulai pulsa Rp. 100 ribu sampai uang Rp. 5 juta.

Sebelumnya, seorang tahanan Polrestabes Medan Hendra Syahputra (49) meninggal dunia, Rabu (24/11/2021). Tahanan dalam kasus dugaan pencabulan ini meninggal setelah mendapat perawatan di RS Bhayangkara Medan.

Di sekujur tubuh korban, terdapat luka lebam-lebam diduga kuat karena menjadi korban penyiksaan keenam tahanan di dalam sel.

Ditambah lagi bukti transfer uang Rp. 500 ribu dan diantara isi percakapan korban dengan keluarganya dari pesan WhatsApp. Korban mengatakan “itu uang kebersamaan dan kamar. Kalian gak tau kalau abang udah pindah ke sel lain. Abang pulang ‘bungkus’ dek.

Entah apa yang dimaksud dengan kata ‘bungkus’ itu. Keluarga akhirnya mengetahui bahwa ‘bungkus’ yang dimaksud itu bahwa korban pulang sudah jadi mayat.

Jasad korban kemudian dibawa ke rumah duka di Jl. Setia Budi, Komplek Tasbih 1 Blok GG, Medan Sunggal. Untuk persemayaman, almarhum dikebukiman di pekuburan muslim Asam Kumbang, Sunggal. *