Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen

Hendrik Diperiksa, Razman Arief Apresiasi Kapolda Sumut

Jumat, 20 November 2020 | 14:16 WIB

Medan, MPOL : Advokat Dr. H Razman Arief SH Sag MA PhD menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin atas atensi yang cukup besar terhadap kasus dugaan pemalsuan dokumen atau akta otentik yang dilakukan Hendrik, pengelola tempat hiburan malam di kompleks Central Bisnis Districk (CBD) Polonia Medan.

Razman bersyukur, kabarnya hari ini, Jumat (20/11/2020) sekitar pukul 10.00 Wib tadi, Hendrik yang sebelumnya dilaporkan kliennya, Alex, Sugianto, Suwanto dan Willy ke Poldasu akan diperiksa penyidik Poldasu.

Alhamdulillah, akhirnya laporan kami selaku kuasa hukum Sugianto dkk sudah diproses dengan baik. Hendrik sedianya hari ini akan diperiksa sesuai prosedur penyelidikan polisi, kita berharap kasus ini segera sampai pada tahap penyidikan, selanjutnya diproses pengadilan,” ujar advokat RAN Law Firm lewat whatsapp video diterima MPOL, Jumat (20/11).

Hal ini, kata Razman Arief juga memberi peringatan kepada siapa saja, termasuk terlapor Hendrik, bahwa setiap pelanggaran hukum yang kita lakukan pasti akan ada sanksi hukumnya karena semua laporan pasti akan diproses. Artinya  kalau ada kesalahan pasti ada hukuman yang akan anda terima,” tegasnya.

Razman percaya bapak Kapolda akan terus memberi atensi terhadap kasus ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, terlapor Hendrik bersama-sama dengan klien RAN, masing-masing Alex, Sugianto, Suwanto dan Willy sepakat membuka tempat usaha hiburan jenis karaoke dan biliar di Kompleks Bisnis Polonia Medan.

“Kemudian para pemegang saham sepakat bisnis akan dikelola secara bersama-sama dan dibuat laporan keuangan dua kali setahun, minimal sekali setiap tahun,” ujar Razman.

Di awal tahun bisnis berlangsung baik, kerjasama berjalan lancar dan tidak ada kendala. Namun, ujar Razman, di tengah perjalanan Hendrik diduga secara sepihak melakukan perubahan dokumen. “Sehingga pengelolaan bisnis seolah-olah dikelola oleh Hendrik dan seseorang,” ujar Razman.

Atas dugaan itu, Sugianto pun mengumpulkan para pemegang saham lain dan membuat laporan pengaduan ke Polda Sumut dengan nomor pengaduan No. LP: STTLP/1688/IX/2020/SUMUT/SPKT “I”. Adapun hal yang dilaporkan adalah dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen.

“Saya selaku kuasa hukum dari Sugianto dan kawan-kawan akan mengawal kasus ini sampai tuntas. Saya mengingatkan jangan ada pihak-pihak yang coba-coba mengintervensi kasus ini. Jika ada, saya akan melapor ke Mabes Polri dan Komisi III DPR RI. Saya juga sudah memberitahukan langsung tentang Laporan Polisi ini ke Bapak Kapolda Sumut Irjend Martuani Sormin,” ujarnya..(bp)