Hendak dijual ke Riau, Ditpolairud Poldasu Tangkap Kapal Tanker Muat 232 Ribu Liter Solar Oplosan 

Senin, 5 Desember 2022 | 22:29 WIB

Belawan, MPOL: Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpol Airud) Polda Sumut menangkap satu kapal tanker SPOB Endo Budiarto Bersaudara 05 bermuatan 232 ribu liter BBM jenis solar oplosan.

Selain kapal tanker, dua truk tangka bermuatan minyak premium oplosan juga diamankan. Total BBM oplosan yang disita sebanyak  268 ribu liter. Seorang pemilik dan dua sopir turut ditahan.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi didampingi Direktur Polairud Polda Sumut Kombes Toni Ariadi Effendi dan Kasubdit Gakum Ditpolairud Kompol Goklas Silaban mengatakan, kapal tanker SPOB Endo Budiarto Brsaudara 05 ini diamankan saat bersandar di Dermaga Pelabuhan Umum Pelindo Bandar Deli Belawan.

Tersangka Ayen menjelaskan modus yang digunakan kepada Kapoldasu Irjen Panca Putra S.(jos Tambunan).

 

“BBM oplosan jenis solar ini diambil dari sumur minyak masyarakat di Perlak, Aceh dan Langkat. Kemudian diolah lalu dibawa menggunakan kapal tanker untuk dijual ke perusahaan di Pekan Baru Riau,” kata Kombes Hadi, Senin (5/12) di Ditpolairud Belawan.

Selain mengamankan kapal tangker, polisi juga menahan tiga orang bernama Edi Syahputra (34), sopir tangki BK.9077 LM, warga  Dusun Buluh Telang, Desa Bukuh Telang, Kab Langkat, Karir Yaman alias Ayen (27) warga Dusun Bukit Payung I, Kel Kwala Besilam, Kec Padang Tualang, Kab Langkat dan Lesmana Widodo (22) sopir tanki BK.9530 CE, warga Dusun III B, Kel Limau Manis, Kec Tanjung Morawa, Kab Deli Serdang.

Ditambahkan Direktur Polairud Polda Sumut, Kombes Pol Toni Ariadi, awalnya Tim Gakkum Polairud Polda Sumut bersama Baharkam Polri menerima laporan adanya pengisian bahan bakar minyak (BBM) dari mobil tangki ke kapal di dermaga pelabuhan umum Pelindo Bandar Deli Belawan.

Dari laporan itu personel langsung menuju ke lokasi dan melakukan pemeriksaan terhadap kapal SPOB Endo Budiarto Bersaudara. “Di lokasi petugas melihat kapal itu sedang melaksanakan bunker dari dua unit mobil tangki yang sudah berada di samping kapal,” katanya, Senin (5/12).

Toni mengungkapkan, personel lalu melakukan pemeriksaan terhadap mobil tangki BK 9077 LM yang dikemudikan oleh Edi Syahputra yang mengangkut 16.000 liter BBM, dan mobil BK 9530 CE yang dikemudikan Lesmana Widodo berisi 18.000 liter.

“Saat diperiksa kedua supir truk pengangkut BBM tidak dapat menunjukan kelengkapan dokumen BBM dan ditahan di Mapolairud Polda Sumut,” ungkapnya terhadap kapal tangker juga diamankan bersama seorang pria bernama Ayen karena ketika diperiksa tidak bisa menunjukkan surat jalan pengantar BBM dan izin tranportir laut.

Toni menerangkan, modus operandi yang dilakukan dengan membeli minyak mentah dari Aceh lalu dioplos di Kabupaten Langkat. Kemudian BBM yang tidak sesuai standard Pertamina itu dikirim ke Pekanbaru melalui Belawan.

Disebutkan, tersangka pemilik gudang, Karir Yaman alias Ayen mengaku membeli minyak mentah dari Perlak, Aceh seharga Rp 5.200 per liter.

Kemudian ia menjualnya secara ilegal ke perusahaan seharga Rp 8.200 per liter ke Pekanbaru, Riau.

 

“Sekali memberangkatkan kapal, keuntungan yang diperoleh sebesar Rp.830 juta. Sementara kerugian negara akibat penjualan BBM solar oplosan ini Rp 2,197 Miliar,” timpal Kombes Hadi Wahyudi.

“Terhadap ketiga pelaku yang ditahan dikenakan Pasal 53 UU No.22 Tahun 2001 tentang Migas serta Pasal 263 ayat 1 dan Pasal 55 KUHPidana,” pungkasnya.***