Guru Cabul Dituntut Jaksa 15 Tahun Penjara

Rabu, 29 Juli 2020 | 17:29 WIB
Kabanjahe,MPOL: Andarias Tarigan (52) yang diamankan petugas Unit PPA Satreskrim Polres Karo atas perbuatan cabul terhadap 9 pelajar di SD Negeri 040463 Sumbul Desa Sumber Mufakat, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sabtu (16/11/2019) lalu dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejaksaan Negeri Kabanjahe selama 15 tahun penjara, yang bersidang, di ruang  ruang Cakra PN Kabanjahe.
 
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Karo, Ifhan Taufik Lubis, SH yang  dikonfirnasi Wartawan, Rabu (29/7), mengatakan, terdakwa dituntut selama 15 tahun penjara, denda 100 juta, dan subsider 6 bulan kurungan. Terdakwa dikenakan pasal 82 ayat 1, ayat 2, ayat 4, Undang Undang RI No 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang Undang No 1 Rahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang Undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
 
Lanjutnya lagi,  kalau jadwal persidangan selanjutnya adalah pembelaan (pleidoi) dari terdakwa.
 
Dikatakan,  dakwaan terdakwa melakukan perbuatan cabul terhadap anak didiknya, dimana terdakwa merupakan guru atau tenaga pendidik di sekolah tersebut. Dan untuk korbannya sebanyak 13 orang, yang saat ini sedang mengalami trauma atas perbuatannya itu.
 
“Jadi terdakwa ini merupakan guru sekaligus wali kelas sekolah, dan melakukan perbuatan cabul tersebut dilingkungan sekolah. Dan korbannya sebanyak 13 siswa Sekolah Dasar, dan korban saat ini masih trauma,” katanya.
 
Diketahui sebelumnya, AT (52) oknum Guru SD Negeri 040463 Sumbul Kabanjahe, tidak dapat berkutik  usai petugas kepolisian dari Polres Tanah Karo mengamankannya dari rumahnya di Jalan Jamin Ginting Dusun X Belakang Samsat Desa Sumber Mufakat Kec. Kabanjahe Kab. Karo, Sabtu (16/11/2019) sekira pukul 11.00 WIB lalu.
 
Pegawai Negeri Sipil ini diamankan karena mencabuli siswa kelas I saat berada dalam ruang kelas. Hal ini terungkap usai salah seorang siswa mengaku takut untuk pergi ke sekolah kepada orang tuanya. Dan setelah ditanyai ternyata siswa tersebut dicabuli oleh gurunya dengan cara menarik badan korban dan memangkunya diatas paha, kemudian pelaku mencium pipi dan bibir, memeluk, dan juga meraba-raba korban .**