Gubernur Lira Sumut Desak Polsek Delitua Proses Pengrusakan Klenteng

Selasa, 19 Oktober 2021 | 15:56 WIB

 

Medan,MPOL: Kasus pengrusakan klenteng Law Sin Se di Jalan Stasiun Dusun XXII, Kel Kedai Durian, Kec Delitua, sampai kini masih stagnan di Polsek Delitua.

Sebab, laporan kasus pengrusakan klenteng (rumah ibadah umat Budha) itu sudah disampaikan  Sun Lie (61), ke Polsek Delitua sesuai No: LP/B/724/X/2021/SPKT/Polsek Delitua/Polrestabes Medan tanggal 6 Oktober 2021.

Namun, sampai saat ini tidak ada tindak lanjut, akibatnya Umat Budha yang hendak melakukan sembahyang menjadi terganggu, apalagi dengan dipasangnya tembok dipintu samping klenteng.

Pintu samping klenteng dipasang tembok, akibatnya warga yang akan melakukan sembahyang terganggu.

Menanggapi kasus pengrusakan klenteng itu, Gubernur LIRA (Lumbung Informasi Rakyat), Rizal Mavi mendesak pihak kepolisian dalam hal ini Kapolsek Delitua untuk segera menindaklanjuti laporan Sun Lie tersebut.

“Kita minta Kapolsek Delitua segera menindaklanjuti laporan pengrusakan klenteng  Law Sin Se. Jika tidak segera ditindaklanjuti, bisa menjadi SARA, apalagi kasus pengrusakan rumah ibadah sangat sensitif. Karena itu, Kapolsek Delitua AKP Zulkifli Harahap harus berpikir lebih jauh kedepan,” tegas Rizal Mavi, Selasa (19/10) kepada wartawan.

Tokoh pemuda yang peka terhadap keluhan masyarakat di Sumateta Utara itu menegaskan, kondusifitas masyarakat Sumatera Utara yang tinggi dalam bertoleransi beragama harus dijaga dengan baik.

“Sumut dalam bertoleransi beragama sangat tinggi dan menjadi contoh bagi propinsi lain di Indonesia. Dalam hal ini, Kapolsek Delitua harus tahu itu, karena itu, soal pengrusakan klenteng di Jl Stasiun harus segera dituntaskan agar tidak menjadi “bara” dikemudian hari,” tegasnya.

Sebut Rizal Mavi, bila Kapolsek Delitua tidak sanggup menyelesaikan permasalahan itu, agar mundur secara terhormat.

“Jika dalam waktu beberapa hari ini kasus pengrusakan Klenteng Law  Sin Se tidak ada tindak lanjut, kami minta agar Kapolrestabes Medan dan Kapoldasu turun tangan dan mengevaluasi kinerja Kapolsek Delitua AKP Zulkifli Harahap dan Kanit Reskrim Iptu Martua Manik,” ujarnya.

Terkhusus kepada Kanit Reskrim Polsek Delitua, Sebut Rizal Mavi, agar tidak bersikap ambivalen mengingat Iptu Martua Manik selain menjabat Kanit Reskrim juga Pjs Kapolsek Medan Tuntungan.

“Artinya, jangan karena Pjs Kapolsek Medan Tuntungan sehingga tugas sebagai Kanit Reskrim di Polsek Delitua jadi terhambat, apalagi kami dengar anggota yang hendak meneken berkas kerap mendatanginya di Mapolsek Medan Tuntungan. Jika ini terus terjadi, agar pimpinan Polri mengevaluasi kinerja  IPTU Martua Manik,” imbuhnya.

Kita berharap, agar polisi segera melakukan penyelidikan dengan memeriksa terlapor Roni dkk.”Kita tidak mau permasalahan ini menjadi politisasi apalagi sampai viral dimedia sosial. Karena itu, agar Polsek Delitua menuntaskan kasus ini dengan segera,” tambahnya.

LIRA Sumut, sebut Rizal Mavi, akan mengkawal kasus ini dan akan menemui Kapolrestabes Medan dan Kapoldasu jika tidak segera dituntaskan.

Sebelumnya, Sun Lie warga Jl.Berlian Sari Lk.IV, Kel Kedai Durioan, Kec Medan Johor itu mengadukan Roni dkk karena telah merusak Klenteng Law Sin Se di Jl.Stasiun Dudun XXII, Kel Kedai Durian, Kec Delitua, Kab Deli Serdang. Pengrusakan yang mengakibatkan kerugian materil Rp.10 juta itu terjadi pada  5 Oktober 2021 lalu.

Laporan polisi itu diterima Ka SPKT Aiptu Armada Sembiring dengan menerapkan UU nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP Pasal 406 KUHPidana, ancaman hukuman 5 tahun penjara.

 

Selain merusak pagar, terlapor juga memasang tembok.

 

Pengamatan Medan Pos, Selasa (19/10)  tembok yang dipasang Roni dkk sampai saat ini masih berdiri mengakibatkan umat yang hendak sembahyang menjadi terganggu.

Sebelumnya, Kapolsek Delitua AKP Zulkifli Harahap yang dikonfirmasi mengaku sedang menangani laporan pengaduan No: LP/B/724/X/2021/SPKT/Polsek Delitua/Polrestabes Medanatasnama Sun Lie.

“Ya pak sdh kita proses sesuai SOP yg ada,” kata AKP Zulkifli lewat WhatsApp (WA).

Adanya informasi terlapor sudah dimintai keterangan pada Jumat (15/10) siang, Kapolsek Delitua itu dengan nada agak tinggi berucap, “Tulis aja sudah ditangani, itu saja keterangan dari saya”.***