G6 Dituduh Rampok Rp 2,4 M Milik IT & B

Kamis, 30 Januari 2020 | 11:27 WIB

Medankposonline.com – Majelis hakim PN Medan diketuai Erintuah Damanik, Rabu(20/1) melanjutkan persidangan terhadap Tansri Chandra alias Tan Ben Chong (73) yang didakwa penghinaan dan pencemaran nama baik kelompok G6 yang dituduh merampok uang IT & B Rp 2,4 miliar melalui WhatsApp (WA) grup marga Tan.

Ketika JPU Edmon Purba menghadirkan 2 saksi korban yakni Anwar Sutanto dan James Tanoto, Majelis hakim sempat menegur PH terdakwa Taufik Siregar agar fokus dengan pertanyaan sesuai materi perkara.

“Sebentar. Ini bukan perkara utang piutang. Fokus saja dengan pertanyaan menyangkut materi perkara. Masalah ada saksi meminjamkan uang atau menagih uang yang pernah dipinjamkan ke Yayasan Tunas Andalan Nusa (TAN) itu soal lain. Inikan perkara UU ITE,” tegas hakim ketua Erintuah Damanik memotong perkataan PH Taufik ketika pemeriksaan saksi Anwar Sutanto.

Saksi Anwar yang juga mantan Ketua Pengurus Yayasan TAN itu membenarkan adanya postingan terdakwa Tansri Chandra alias Tan Ben Chong di WA Grup marga Tan (Yayasan Lautan Mulia). Di antaranya berisikan kata-kata ‘INGAT G6. MERAMPOK UANG IT&B  JUMLAH RP 2.400.000.000’.

“Istilah G6 itu ada saya dan kawan-kawan lainnya. Ada Tony Harsono, James Tanoto, Teddy Sutrisno, Gani dan Tamin Sukardi yang dulu berperan di Yayasan TAN. Kami (termasuk terdakwa) waktu itu sepakat untuk memajukan sekolah tinggi IT&B. Saya juga kan berlatar belakang pedagang (bisnis) pak. Nama baik saya jelas dirugikan. Kalau orang lain baca kan bisa tidak percaya lagi sama saya,” tegasnya menjawab pertanyaan hakim ketua.

Terungkap di persidangan, saksi Anwar Sutanto bersedia mundur dari jabatan Ketua Pengurus Yayasan TAN karena terdakwa tidak transparan ketika ditanyakan tentang perkembangan neraca keuangan yayasan.

Sebelumnya PH terdakwa sempat mencecar seputar AD/ART yayasan TAN yang tidak memperbolehkan sesama pengurus yayasan terlibat praktik pinjam meminjam. Namun hal itu kemudian dipatahkan saksi. Sebab dalam salah satu poin disebutkan, hal-hal yang sudah diatur dalam AD/ART, bisa dijalankan bila ada persetujuan dari unsur Pembina Yayasan TAN.”Kalau unsur pembina mengatakan jalan, jalan lah apa yang akan dilakukan,” tegasnya sembari menunjukkan fotokopi AD/ART yayasan kepada majelis hakim.

Menjawab pertanyaan JPU Edmond N Purba, Anwar Sutanto manyebutkan, memang ada melihat nama Tansri Chandra alias Tan Ben Chong yang memposting kata-kata tersebut di WA grup marga Tan yang bisa diakses lewat smartphone.

Sementara saksi lainnya James Tanoto yang sebelumnya menjabat Pembina di Yayasan TAN menerangkan,saksi korban atas nama  Tony Harsono memang tidak masuk dalam WA Grup marga Tan (Yayasan Lautan Mulia). Hal itu diketahui dari anggota WA grup lainnya.

Dalam kesempatan tersebut PH terdakwa juga sempat menanyakan saksi seputar pernah tidaknya disomasi terdakwa agar mengembalikan Rp300 juta dan masih dipegang saksi.”Iya. Tadi kan saksi sudah jelaskan ada menerima uang kompensasi dari terdakwa bila bersedia mundur dari jabatan Ketua Pengurus Yayasan TAN. Bukan meminjam atau menagih kembali uang yang pernah diserahkan ke yayasan. Memang uang itu masih ada pada dia (saksi Anwar Sutanto).,” timpal Erintuah menyela PH terdakwa.

Usai pemeriksaan kedua saksi, Erintuah melanjutkan persidangan, Rabu depan (5/2/2020) untuk memeriksa saksi lagi

Sebelumnya JPU Edmon Purba dari.Kejatisu dalam surat dakwaannya menjerat terdakwa  Twn Ben Chong warga Jalan Gandhi, Kelurahan Sei Rengas I, Kecamatan Medan, Kota Medan dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik yakni pidana Pasal 27 ayat (3) Jo pasal 45 ayat (3) UU RI No 19 tahun 2016 Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE. (Pung)