Dugaan Pemalsuan Akte Autentik, Wadir Hiburan Malam CDB Polonia Diperiksa Poldasu

Rabu, 25 November 2020 | 23:06 WIB

Medan,MPOL: Wakil Direktur salah satu hiburan malam di komplek Central Bisnis Districk (CBD) Polonia, Hendrik, akhirnya diperiksa penyidik Subdit I/Kamneg Ditreskrimum Poldasu dalam dugaan pemalsuan akte autentik, Selasa (24/11) siang.

Hendrik tiba di gedung Ditreskrimum Polda Sumut sekira pukul 13.31 WIB, setelah mangkir dari jadwal pemeriksaan pada Jumat (20/11) lalu.

Dikonfirmasi kepada Kasubdit I/Kamneg AKBP Jistoni Naibaho membenarkan.”Jadi. Masih sebatas klarifikasi,” kata AKBP Jistoni Naibaho melalui whats-app, Selasa (24/11).

Sementara, Dr H Razman Arif Nasution SH. SAg. MA. PhD, kuasa hukum pelapor, memberikan apresiasi kepada penyidik dalam penanganan kasus dugaan pemalsuan yang dilaporkan kliennya.

“Saya sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada Penyidik, Kanit, Kasubdit, Dirreskrimum dan Pak Kapolda, karena kasus ini telah diatensi oleh Pak Kapolda dan saya langsung yang menyampaikan ke Pak Kapolda, begitu juga dengan Kanit dan Kasubdit serta apa yang sudah dilakukan oleh penyidik ini saya hargai dan saya berterima kasih. Artinya hukum ditegakkan,” kata DR H Razmam Nasution SH SAg MA PhD, kepada wartawan, Selasa malam (24/11).

Kedua, kata Razman, dalam proses dan prosedur penyelidikan di kepolisian, penanganan sebuah kasus memang di mulai dari klarifikasi. Dari klarifikasi barulah dilakukan langkah penyelidikan.

“Yang kedua dalam proses dan prosedur penyelidikan di kepolisian sekarang ini memang di mulai dari klarifikasi. Setelah mendapat keterangan klarifikasi barulah nanti penyidik melakukan proses pemanggilan terhadap pelapor dan berikutnya terhadap terlapor setelah itu barulah masuk ke gelar,” terang pengacara kondang ini.

Mantan wartawan Harian Medan Pos ini menyebutkan, penyidik dapat melakukan gelar perkara secara internal, “Gelar ini boleh dilakukan secara internal oleh penyidik boleh juga dilakukan sesuai peraturan Kapolri No14/2012, terkait dengan prosedur penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan dengan gelar perkara terbuka terbatas atau terbuka juga boleh dilakukan,” terang Razman.
“Itu proses yang harus di tempuh ngak bisa ujuk…. ujuk…. jadi tersangka,” terang Razman lagi.

Karena itu kata Razman, penyidik sesegera mungkin melanjutkannya ke proses penyelidikn dari hasil klarifikasi.

“Oleh karena itu, maka saya menganggap setelah ini penyidik untuk segera memfollow-up hasil jawaban dari Hendrik ketika di periksa dan saya pun sebagai kuasa hukum dari Sugianto dan kawan kawan akan mendatangkan ahli guna diminta pendapatnya agar proses penyelidikan ini kami yakini dapat naik ke tahap penyidikan,” kata Razman.

Razman menilai, dengan hadirnya Hendrik memberikan keterangan merupakan sebuah kemajuan yang luar biasa dan mengharapkan penyidik terus bekerja.

“Ini satu kemajuan yang luar biasa, saya minta agar penyidik terus bekerja jangan ragu, jangan takut meskipun banyak informasi yang beredar mengatakan Hendrik ini orang kuat dan kalau ada yang intervensi sampaikan ke saya dan saya akan lawan,” tegas Razman.***