Dugaan Korupsi Penjualan Buku, Poldasu Periksa Sejumlah Korcam SD di Medan

Senin, 8 Juni 2020 | 16:46 WIB
Medan, MPOL: Penyidik Subdit III/Tipidkor Ditreskrimsus Poldasu memanggil dan  melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah Kordinator Kecamatan (Korcam) Sekolah Dasar (SD) di Medan.
Pemeriksaan dilakukan terkait dugaan korupsi pengadaan/penjualan CD olimpiade dan buku untuk SD Tahun Ajaran 2017/2018.
Dirreskrimsus Poldasu Kombes Rony Samtana melalui Kasubbid Penmas Bid Humas Poldasu yang dikonfirmasi wartawan membenarkan.
“Benar ada ditangani masih dalam penyelidikan,” kata AKBP MP Nainggolan.
Diakuinya, sejumlah koordinator Kecamatan (Korcam) sudah dimintai keterangannya.
“Masih sebagian yang sudah diperiksa, yang lain akan menyusul dan sudah dilayangkan surat panggilan,” sebutnya.
Namun, mantan Kapolres Nias Selatan (Nisel) itu belum bersedia memberikan keterangan lebih detal  kasus yang ditangani.
Sementara informasi diperoleh, para Korcam yang sudah dimintai keterangan antara lain, Rozali  (korcam Medan Timur), Lisiana Ramadhani (Korcam Medan Helvetia), Abdul Gani (Korcam Medan Deli), Imelda (Korcam Medan Kota), Sadariah (Korcam Medan Sunggal).
Korcam Medan Helvetia, Lisiana Ramadhani yang dikonfirmasi Medan Pos membenarkan dirinya diperiksa Tipikor Poldasu.
“Benar. Semua korcam dipanggil dimintai keterangan. Tapi pakai termin. Termasuk kepala SMP sekota Medan. Kebetulan kami yang termin 1. Sepertinya Senin termin II,” kata Dra. Lisiana Ramadhani.
Dia juga mengakui pemeriksaan terkait masalah CD olimpiade Tahun 2017.
“Masalah CD olimpiade thn 2017. Yah kita buka ajalah. Mohon doanya biar kasus ini cepat selesai,” akunya.
Sementara informasi diperoleh, kasus itu selain pengadaan CD olimpiade tahun 2017, ada juga pengadaan buku latihan menulis, Buku Bahasa Inggris, Buku Fokus, Finger Print, Buku Ramadhan, buku tematik dan beberapa buku lainnya.
Selain pemeriksaan terhadap Korcam, penyidik Tipikor Ditreskrimsus Poldasu juga telah melakukan pemanggilan kepada sejumlah kepala sekolah SD.
“Kita sudah panggil beberapa kepala SD namun belum datang. Kita juga akan lakukan panggilan ke dua,” sebut sumber di Tipikor Poldasu.
Kasus itu bergulir atas laporan dari salah satu penerbit. (jos)