Ditangkap, Ini Tampang Pembunuh Pelajar SMP di Langkat, Sebelum Dihabisi Korban Dua Kali Diperkosa, Polisi Beberkan Motifnya

Selasa, 28 Juni 2022 | 13:13 WIB

Langkat, MPOL : Seorang pemuda pelaku pembunuhan terhadap pelajar SMPN 3 berinisial ASS alias A (14) warga Jl. Besitang Gg. Manggis, Kel. Alur Dua, Kec. Sei Lepan, Langkat, akhirnya ditangkap. Pelaku diketahui bernama Fajar Sidik (19). Warga Jl. Baypass Gg. Bahari, Kec. Sei Lepan, Langkat, ini ditangkap tim gabungan Satreskrim Polres Langkat dan Polsek Pangkalan Brandan dibackup Subdit III Jatanras Polda Sumut.

Kasat Reskrim Polres Langkat, Iptu Luis Beltran ketika dikonfirmasi membenarkan pelaku telah ditangkap saat sedang bekerja sebagai mekanik di bengkel Jl. Bypass Gg. Bahari, Sei Lepan, Senin (27/6/2022) sekira pukul 16.00 WIB.

“Iya benar (pelaku) sudah kita tangkap,” kata Luis, Selasa (28/6/2022) siang.

Mantan Kanit Tipidkor Satreskrim Polrestabes Medan ini menegaskan, antara korban dan pelaku tidak ada hubungan pacaran. Sebelum dibunuh, korban dua kali diperkosa oleh pelaku.

“Untuk motifnya, hasil interogasi pelaku ini suka sama korban lalu diajak ke lapangan golf terus diperkosa. Korban sempat melawan, dipukul pelaku lalu korban pingsan. Di situ pelaku memperkosa korban. Kemudian korban bangun nangis-nangis, takut hamil. Lalu pelaku memukul kepala korban dengan batu lagi ke arah kening, kepala dan leher, takut korban ngadu, sampai korban meninggal. Dua kali diperkosa,” ungkapnya.

Ini tampang Fajar Sidik, pelaku pembunuhan terhadap pelajar SMP. (Foto: Ist).

Selain itu, Luis berujar bahwa barang-barang korban tidak ada yang diambil pelaku.

Sebelumnya, korban ditemukan meninggal dunia di Sanggar Pramuka areal Komplek Pertamina, Desa Puraka II, Kec. Sei Lapan, Kab. Langkat, Rabu (15/6/2022). Jasad ASS alias A diduga kuat menjadi korban pembunuhan karena ditemukan tindakan kekerasan, di mana tengkorak kepala korban retak akibat dihantam benda keras.

Sebagai barang bukti, polisi menyita diantaranya, sepeda motor Revo warna biru BK 6607 LL yang digunakan pelaku saat membonceng korban, jilbab warna putih yang ada bercak darah, pecahan batu sebanyak lima buah, sepatu sekolah, kaos kaki, BH dan celana dalam korban.

Sementara seragam sekolah korban dimasukkan pelaku ke dalam tas milik korban dan membuangnya ke semak-semak tidak jauh dari TKP.  Lalu, pelaku juga membuang jilbab dan ikat rambut tersebut milik korban ke dalam parit.

Terhadap pelaku, polisi menjerat Pasal 338 KUHPidana Subs Pasal 351 ayat (3) KUHPidana Jo Pasal 81 Ayat (1) UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. *