Dijemput paksa Dari Hotel, Oknum Anggota DPRD Taput Tidak Ditahan, Kapoldasu: Saya perintahkan segera dituntaskan

Rabu, 6 April 2022 | 19:32 WIB
Medan, MPOL: Oknum anggota DPRD Tapanuli Utara, Lusiana Br Siregar terpaksa dijemput paksa penyidik Ditreskrimum Poldasu dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang proyek sebesar Rp.972 juta.
Oknum anggota dewan itu diamankan dari Hotel sakura Jl.Prof HM.Yamin Medan pada Kamis (31/3) siang.
Namun, usai diperiksa hingga tengah malam, politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) itu tidak dilakukan penahaan.
Penyidik beralasan tidak melakukan penahanan karena akan mengajukan izin ke Gubernur Sumatera Utara.
Ibu rumah tangga yang menjabat Wakil Ketua DPC Nasdem Kab Tapanuli Utara itu dilaporkan oleh Limaret P.Sirait sesuai laporan polisi No: LP/14/I/2021/SPKT II Taggal 5 Januari 2021 dalam kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan sesuai UU No.1 tahun 1946 tentang KUHP pasal 378 dan atau 372 KUHPidana.
Dia mengkronologiskan, kenal dengan Lusiana Br Siregar dari temanya satu alumni Fakultas Teknik Universitas HKBP Nommensen pada September tahun 2018 yang diinisiasi Mangiring Simbolon dan Amru Siregar yang mendiskusikan soal proyek Siosar berkaitan dengan relokasi pengungsi. Dalam kesempatan itu, Lusiana Siregar mengaku selama ini aktif melakukan pekerjaan yang dananya bersumber dari APBN.
“Yangmana pada saat itu, dia  menjanjikan pekerjaan  Penunjukan Langsung (PL) rumah pengungsi Siosar yang akan dilakukan pada Desember 2019 dan dia mengatakan untuk mendapat pekerjaan itu harus ada uang pendahuluan sampai terbitnya SPK (Surat Perintah kerja) sebagai dasar pekerjaan sehingga dalam kurun waktu sekitar tiga bulan sampai akhir tahun, uang pendahuluan itu saya berikan kurang lebih Rp.972 juta,” jelas Limaret kepada wartawan usai mendatangi penyidik Poldasu, Selasa (5/4).
Uang tersebut, aku Limaret diberikan secara bertahap, ada yang diberikan secara kontan dan ada melalui transfer ke rekening. “Semua bukti penyerahan uang atau print out transfer ada sama saya dan sudah saya serahkan ke penyidik,” sebutnya diamini kuasa hukumnya.
Akan tetapi, sebutnya, pada April 2021 terjadi Covid-19 sehingga alasan Lusiana bahwa proyek itu akan direkopusing.
“Dengan kondisi itu kita memaklumi namun seiring berjalannya waktu kita memintakan langsung kepada Lusiana Siregar agar saya dipertemukan dengan PUPR Jakarta yang dikatakan selaku pemberi pekerjaan namun sampai akhir tahun 2020, Lusiana tidak pernah mewujudkan dan hanya janji-janji tanpa ada realisasi,” katanya.
“Kita juga sudah melakukan mediasi dan konfirmasi bahkan kita sudah beberapa kali ketemu dengan Lusiana tapi tidak pernah ada niat baiknya,” ujar Limaret.
Bahkan, katanya, Lusiana mengaku SPK akan turun Desember 2020 dan selambat-lambatnya pada 27 Desember 2020 dan kami akan dibawa ke PUPR Jakarta namun janji itu sampai saat ini tidak direalisasikannya,” imbuhnya.
Merasa tertipu, Limaret P.Sirait membuat laporan pengaduan ke Poldasu dengan bukti laporan polisi No: LP/14/I/2021/SPKT II Taggal 5 Januari 2021.
“Dia saat dipanggil pernah membohongi penyidik, dia bilang sudah dijalan dan membawa uang untuk mengembalikan uang pelapor bahkan saat itu dia memvidiokan tasnya yang disebutnya berisi uang namun ditunggu hingga malam, Lusi tidak kunjung nongol di Poldasu,” ungkap korban diamini kuasa hukumnya, Moko Sirait.
Limaret P.Sirait berharap agar penyidik dapat seger menuntaskan kasus tersebut mengingat laporannya itu sudah berjalan 1 tahun 4 bulan.
Sementara itu, Lusiana Br Siregar yang berulang-ulang di hubungi melalui hanphone no 0822 7327 1xxx untuk dikonfirmasi soal kasus ini tidak mau mengangkat handphonnya demi juga konfirmasi yang dikirim melalui WhatsApp (WA) tidak dijawab.
Dirreskrimum Poldasu Kombes Tatan Dirsan Atmaja yang dikonfirmasi soal kasus ini mengaku akan mengecek ke penyidiknya.
“Coba kirim bang no LP dan siapa penyidiknya biar saya cek sampai dimana perkembangannya,” ujarnya.
Kapoldasu Irjen Pol.Panca Putra Simanjuntak yang langsung ditemui mengaku akan segera menuntaskan kasus itu.
“Kirim sama saya no laporannya, saya akan cek ke penyidiknya dan saya perintahkan kasus itu segera dituntaskan,” ujar Kapoldasu.***