Dijanjikan Berangkat Wisata Rohani ke Yerusalem, Korban Penipuan Polisikan Istri Oknum Pendeta

Selasa, 24 November 2020 | 17:18 WIB

Medan, MPOL : Lantaran tak kunjung diberangkatkan wisata rohani ke Yerusalem, seorang korban penipuan, Naga Raya Sinaga (29) warga Jalan H.M Puna Sembiring Perumahan Griya Permata, Kecamatan Pancur Batu, melaporkan seorang istri oknum pendeta ke Polrestabes Medan.

Korban menjelaskan, kedatangannya ke Polrestabes Medan dalam rangka panggilan ketiga atas laporan pengaduannya terhadap seorang istri oknum pendeta berinisial EL yang diduga telah melakukan penipuan keberangkatan wisata rohani senilai Rp. 69,3 juta. Laporan korban teregistrasi dengan nomor LP/926/V/2020/SUMUT/SPKT III, tanggal 28 Mei 2020.

“Janji mereka (EL dan suaminya J) kami berangkat tanggal 7 januari 2020, namun tidak tahu alasannya mereka katakan diundur tanggal 10 Januari 2020. Lalu pada tanggal 9 Januari kami disuruh berangkat ke Jakarta, sampai di sana kami nginap di hotel, tapi kami dipaksa nginap di rumahnya,” kata Naga Raya Sinaga kepada wartawan di Mapolrestabes Medan, Selasa (24/11/2020).

Naga mengatakan, setibanya di Jakarta ia menagih janji EL tentang keberangkatan dirinya ke Yerusalem. Namun EL beralasan tidak bisa memberangkatkan lantaran sedang terjadi perang antara Iran dan Amerika.

“Keesokan harinya tanggal 10 Januari 2020 saya tanya mana tiket kami, jam berapa kami berangkat ke bandara, disitu dia berkata kita di coba Tuhan Pak tidak jadi berangkat dikarenakan perang Iran-Amerika, sementara tiket dan lain sebagainya tidak ada,” terangnya.

Lebih lanjut, korban menyebutkan EL hanya menunjukkan bukti transfer sejumlah uang kepada temannya bukan ke travel.

“Karena tidak ada kejelasan saya bilang ingin melaporkan kepada polisi, namun dia (EL) tidak mau dan menyebutkan bahwa dia juga menjadi korban penipuan oleh travel keberangkatan,” sebut korban.

Kemudian, setelah itu korban pulang ke Medan dan menghubungi kembali, namun EL tidak merespon.

“Saya datangi dia (EL) cuma menjawab kita hanya bisa menunggu, tidak bisa uang kembali. Akhirnya Bulan Mei 2020 saya melapor ke Polda Sumut, setelah dari sana dilimpahkan ke Polrestabes Medan,” ucapnya.

Naga juga menceritakan kejadian tersebut terjadi dari Bulan Desember 2019 dan sudah melakukan cicilan selama 4 kali cicilan kepada EL.

“Empat kali cicilan sejak Desember 2019. Sehari pernah ada dua kali tansaksi, pertama Rp. 33,5 juta dan Rp. 20 juta, setoran ke tiga Rp. 10 juta, tanggal 2 Desember 2019 dan Rp. 7 juta pada 9 Desember 2019 rekening. Uang tersebut hasil patungan dari anak-anak ibu kami nyicil untuk berangkat ke sana (Yerusalem),” ungkapnya.

Korban dan keluarganya berharap agar permasalahan ini cepat terselesaikan agar jangan sampai ada korban lagi.

“Harapan kami agar hukum segera ditegakkan, terutama harapan supaya tidak ada lagi korban berikutnya, mengingat orang tua saya sudah 62 tahun umurnya,” tandasnya. *