Cabjari Deli Serdang di Labuhan Deli Gelar Pemusnahan Barbuk

Selasa, 27 September 2022 | 18:21 WIB

Medan, MPOL- Cabjari (Cabang Kejaksaan Negeri) Deli Serdang di Labuhan Deli melakukan pemusnahan barbuk (barang bukti) perkara tindak pidana umum yang telah berkekuatan hukum tetap (Inkracht). Selasa (27/9).

Pantauan wartawan barbuk narkotika berjenis sabu dan pil ekstasi dimusnahkan dengan cara diblender, ganja dan mesin judi tembak ikan dimusnahkan dengan cara dibakar serta sajam dan senjata api rakitan di potong dengan mengunakan mesin gerenda.

Kacabjari Deli Serdang di Labuhan Anggara Suryanagara dalam keterangannya kepada wartawan menyebutkan bahwa kegiatan pemusnahan barbuk tersebut telah berkekuatan hukum tetap adalah tugas rutin mereka (Kejasaan-red) sebagai eksukutor dan ini merupakan periode yang kedua sebab pada bulan Maret 2022 yang lalu telah dilakukan sebelumnya dan ini adalaha periode yang kedua di tahun 2022.

“Barbuk yang akan dimusnahkan ini telah berkekuatan hukum tetap, ada beberapa jenis diantaranya narkotika jenis sabu seberat 745,8 gram, ganja seberat 480, 2 gram dan pil ekstasi seberat 63,2 gram” . Ucapnya.

“Barbuk lainnya berupa hand phone 30 unit dari berbagai jenis perkara seperti Oharda (Orang dan Harta Benda), perkara narkotika, dan timbangan elektrik sebanyak 24 unit, lalu ada senjata laras panjang, air soft gun dan senpi rakitan dari perkara undang-undang darurat, sajam serta 6 unit mesin tembak ikan, ” ucapnya lebih lanjut.

Dapat kami rekapitulasi, ucap Kacabjari Deli Serdang di Labuhan Deli itu lebih lanjut, perkara narkotika ada sebanyak 210 perkara, perkara Oharda (Orang dan Harta Benda) ada 40 perkara, perkara tindak pidana umum lainnya serta keamanan negara dan ketertiban umum ada 11 perkara. Jelasnya.

“Perkara narkoba intensitasnya menurun dalam arti bukan berarti menurun jumlah perkaranya tapi yang meningkat adalah kwalitasnya yakni yang terlibat dalam perkara peredaran narkoba ini, sebab yang diamankan bandar-bandarnya yang ditangkap oleh para penyidik saat ini sedang kepada para pengguna/pemakai kita lakukan kebijakan rehabilitasi, ” Pungkasnya. (Top)