Buru 4 Pelaku TPPO, Poldasu Minta Bantuan Hubinter Mabes Polri

Jumat, 14 Januari 2022 | 10:42 WIB
Medan, MPOL: Polda Sumut telah melakukan penahanan  8 tersangka kasus Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mengalami kecelakaan kapal tenggelam di perairan Malaysia.
Sementara 4 tersangka lainnya yang sangat berperan penting dalam kasus itu masih diburu. Poldasu sendiri tengah melakukan koordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional (Div Hubinter) Mabes Polri.
Pengungkapan kasus TPPO ini kerjasama Poldasu dengan Satreskrim Polres Batubara.
Direktur Reskrim Umum (Dirreskrimum) Poldasu Kombes Tatan Dirsan Atmaja didampingi Kabid Humas Poldasu Kombes Hadi Wahyudi kepada wartawan mengatakan, pasca diamankan 8 orang tersangka, 4 orang lagi masih diburu.
“Ke 4 tersangka memiliki peran yang sangat penting, ada yang berperan sebagai toke, kordinator, nahkoda dan lainnya. Mereka ini ada yang tinggal di Malaysia sehingga perlu bantuan Hubinter Mabes Polri untuk mempermudah penangkapan mereka,” kata Tatan, Kamis (13/1/22).  Konprensi pers itu dihadiri Kasat Reskrim Polres Batubara AKP Fery Kusnaidi dan Kasubdit IV/Renakta Ditreskrimum Poldasu AKBP Veriana Br Gultom.
Tatan mengatakan, para Pekerja Migran Indonesia (PMI) illegal yang akan dijual ke Malaysia sebanyak 106 orang. Namun keburu mendapat kecelakaan dilaut Malaysia akibat satu dari dua kapal berukuran 14 meter yang mereka tumpangi dari pelabuhan tikus di Kab Batubara, karam.
Para PMI Ilegal itu berasal dari wilayah Jawa, Aceh, Asahan, Batubara,Tanjung Balai.
Mantan Kabid Humas Poldasu itu menjelaskan, para tersangka bekerja secar sendiri-sendiri dengan masing-masing kordinator.
Modus yang dilakukan untuk meyakinkan para calon korbannya dengan menjanjikan dipekerjakan sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) dengan gaji setiap bulan untuk laki-laki sebesar Rp.11 juta sedangkan perempuan Rp.11,3 juta.
Sementara itu,  tersangka Roni yang mempunyai peranan mencari pekerja mengaku mendapat upah sekitar Rp 3 juta. Sedangkan untuk pengiriman migran ke luar negeri mendapati upah Rp 5 juta.
“Saya mencari calon pekerja diwilayah Tanjung Balai dan Asahan sedangkan untuk diluar negeri sudah ada yang nampung,” akunya.
Terhadap para tersangka, ujar mantan Wakapolrestabes Medan itu, dipersangkakan padal berlapis yakni Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) ancaman hukuman 15 tahun penjara dan  Undang-undang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.***