Bobol Toko Rental Playstation, Residivis Kasus Narkoba dan Pencurian Ditembak

Selasa, 7 Desember 2021 | 18:15 WIB

Medan, MPOL : Bukannya bertaubat malah kembali berulah. Karena perbuatannya, pelaku Rian Saragih alias Queen (31) warga Jl. Aksara, Kec. Medan Tembung, masuk penjara lagi.

Pelaku ditangkap petugas Unit Resmob Sat Reskrim Polrestabes Medan karena melakukan pencurian dengan modus membobol rumah yang dijadikan rental playstation milik Junaidi (34) di Jl. William Iskandar simpang Jl. Gurilla, Kec. Medan Tembung. Dari penangkapan itu, kedua temannya yang lain masih diburu polisi.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Dr. Muhammad Firdaus mengatakan, kejadian itu diketahui korban Junaidi saat karyawannya menelfon dan mengatakan bahwa toko korban dibobol, dimana pintu toko tersebut sudah dalam keadaan rusak, Jumat (19/11/2021/ sekira pukul 03.00 WIB.

Akibat dari kejadian tersebut, barang-barang berharga milik korban hilang dicuri dan total kerugian mencapai Rp. 31 juta. Selanjutnya, korban membuat laporan ke Polsek Percut Sei Tuan dengan LP/ B/ 2250/ XI/ 2021/ SPKT/ Polsek Percut Sei Tuan.

Kemudian, laporan tersebut ditarik Sat Reskrim Polrestabes Medan dan petugas selanjutnya melakukan penyelidikan.

“Dari hasil lidik, pelaku Rian Saragih alias Queen kita amankan di Jalan Aksara, Kec. Medan Tembung, Rabu (1/12/2021) sekira pukul 00.30 WIB,” kata Kompol Muhammad Firdaus, Selasa (7/12/2021) sore.

Firdaus menjelaskan, saat diinterogasi pelaku mengakui perbuatannya. Namun, pada saat petugas melakukan pengembangan, pelaku melakukan perlawanan sehingga diberi tindakan tegas dan terukur (ditembak) di bagian kaki kanannya.

Adapun tersangka mengaku membobol toko dan mencuri barang-barang korban bersama dua temannya berinisial R dan D (DPO) yang berperan mengambil barang-barang korban. Sementara seorang penadahnya berinisial J juga masih dalam pencarian petugas.

Sebagai barang bukti, petugas menyita 1 unit Tv merk Sharp, 2 buah linggis, 2 buah obeng, 2 buah stik play station dan sebuag jaket warna hitam yang digunakan pelaku pada saat beraksi.

“Motif pelaku yakni menjual barang hasil curian untuk mendapatkan pengahasilan (uang),” tutup Kasat. *