BNNP Sumut Lakukan Assesment 9 Orang Penghuni Kerangkeng Rumah Bupati Langkat

Rabu, 26 Januari 2022 | 11:15 WIB

 

Medan, MPOL: Badan Narkotik Nasional Propinsi (BNNP) Sumatera Utara masih melakukan assesment terhadap warga yang ditemukan dalam kerangkeng di rumah Bupati Langkat, Terbit Rencana Peranginangin (TRP).

Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol.Toga Habinsaran Panjaitan yang dikonfirmasi mengatakan, sebanyak 9 orang sudah dilakukan assesment.

“Disanakan ada puluhan atau sekitar 30 orang namun sebagian sudah pulang dan baru 9 orang yang sudah kita assesment. Kita berusaha semuanya akan kita assesment,” kata Brigjen Toga H Panjaitan, Rabu (26/1).

Toga mengatakan, mereka diassesment di kantor Camat Kuala. “Tida ada kita amankan. Kita melakukan assesment di kantor camat setempat (camat Kuala),” ujarnya.

Dari hasil assesment, lanjut Toga, pihaknya akan menentukan apakah mereka akan dilakukan rawat jalan atau rawat inap. “Assesment masih berlangsung jadi belum tahu hasilnya. Nanti setelah hasilnya diketahui baru kita tentukan apakah dilakukan rawat jalan atau rawat inap,” jelasnya.

Kepala BNNP Sumut itu menghimbau kepada keluarga agar menyerahkan mereka yang sudah sempat keluar dari kerangkeng untuk bisa di assesment.

“Kita himbaulah kepada keluarga agar menyerahkan mereka untuk bisa di assesment,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kabid Humas
Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, Polda Sumut sudah membentuk Tim bekerjasama dengan BNNP Sumut dan BNNK Langkat.

Hasil penyelidikan tim kalau tempat itu berdasarkan informasi yang diterima sudah ada sejak 2012 sampai dengan OTT KPK.

“Tim sedang bekerja, Informasi, keterangan dan fakta-fakta dilapangan Semua sedang kita gali,” kata Hadi, Senin (24/1).

Sebelumnya, Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, mengungkapkan kerangkeng yang ditemukan di dalam rumah Bupati Langkat itu digunakan sebagai rehabilitasi pecandu penyalahgunaan narkotika.

“Dari hasil pendalaman, kerangkeng itu sudah berdiri selama 10 tahun,” ungkapnya.
Namun, Panca menuturkan kerangkeng khusus yang dibuat Bupati Langkat di dalam rumahnya tidak memiliki izin karena dibuat secara pribadi. Di dalam kerangkeng khusus didapati 3-4 orang dalam kondisi babak belur.

“Dari hasil pendalaman kita, 3-4 orang yang berada di dalam kerangkeng khusus merupakan pecandu narkoba. Nantinya, mereka akan dipekerjakan di kebun sawit dan di rumah Bupati Langkat,” pungkasnya.***