Berawal janji dinikahi, Anggota DPRD Tapteng Dilaporkan ke Polda Sumut

Kamis, 25 Agustus 2022 | 21:11 WIB
Medan, MPOL: Cinta membawa petaka. Berjanji akan dinikahi setelah lolos menjadi anggota DPRD namun janji tidak ditepati, malah seolah “cuci tangan”, anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) itu justru melapor ke Polres Tapteng dengan alasan pencemaran nama baik.
Buntut dari laporan itu, oknum DPRD Tapteng berinisial WS dilaporkan balik ke Polda Sumut atas dugaan laporan palsu. Laporan itu tertuang dalam Nomor: LP/B/2037/XII/2021/SPKT/Polda Sumut Tanggal 15 Desember 2021 atas nama Joko Sugiarto.
Melalui kuasa hukum Joko Pranata Situmeang mengatakan, dugaan laporan palsu yang dilakukan WS berawal dari kedekatan dengan adik pelapor Joko Sugiarto.
“Dimana sebelum menjadi pejabat di DPRD Kabupaten Tapteng, WS telah menjalin kasih dengan adik klien saya. WS pun berjanji akan menikahi kekasihnya itu,” katanya di Mapolda Sumut, Kamis (25/8).
Namun, kata Joko, hingga dilantik sebagai pejabat DPRD WS tidak menepati janjinya untuk menikahi adik dari Joko Sugiarto. Kemudian kasusnya ini diadukan Joko Sugiarto ke MKD DPRD Tapteng atas dugaan asusila.
“Dalam kasus ini klien saya sempat membuat konferensi pers terhadap kelakuan oknum WS yang tidak bertanggungjawab atas dugaan perbuatan asusila. Namun oknum pejabat DPRD itu malah melaporkan Joko Sugiarto atas kasus pencemaran nama baik ke Mapolres Tapteng,” ungkapnya.
Joko menerangkan, dari hasil penyelidikan yang dilakukan Polres Tapteng dan sesuai surat dari Kapolres Tapanuli Tengah terhadap laporan pencemaran nama baik yang dibuat WS akan segera di SP3.
Bahkan, Joko Sugiarto sudah tiga kali diundang untuk melaksanakan gelar perkara guna SP3. Namun belum terlaksana hingga saat ini.
“Berdasarkan hal ini kita pun melaporkan balik WS ke Mapolda Sumut atas kasus dugaan laporan palsu,” terangnya seraya berharap agar Polda Sumut segera menindaklanjuti laporan tersebut.
Joko menambahkan, kasus dugaan laporan palsu yang dilakukan WS statusnya telah naik sidik. Kasus ini ditangani Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut.
“Harapan kita agar Polda Sumut untuk segera memanggil WS mempertanggungjawabkan perbuatannya karena pada undangan sebelumnya tidak pernah hadir,” ucapnya.
Sementara itu, terlapor WS saat dihubungi guna konfirmasi  enggan memberikan penjelasan.***