Bejat! Ayah Tiri Sudah 6 Kali Cabuli Anak Dibawah Umur, Pelaku Diarak Warga ke Kantor Polisi

Kamis, 20 Januari 2022 | 09:16 WIB

Labuhan Batu, MPOL : Aksi pencabulan di Sumatera Utara masih sering terjadi, seakan pelakunya menganggap hal itu sepele. Bahkan, perbuatan bejat itu pun nekat dilakukan pelaku terhadap anak kandung maupun tiri yang statusnya masih dibawah umur.

Seperti halnya kasus ini terjadi di Kecamatan Torgamba, Labuhan Batu Selatan. Seorang ayah tiri berinisial ISS (28) tega mencabuli anaknya yang masih berusia 13 tahun, MM.

Kasat Reskrim Polres Labuhan Batu, AKP Rusdi Marzuki mengatakan, tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur dan kekerasan seksual dalam lingkup rumah tangga itu terbongkar setelah korban menceritakan apa yang sudah diperbuat tersangka.

“Tersangka merupakan ayah tiri dari koban. Dalam pengakuannya tersangka sudah menyetubuhi korban kurang lebih 6 kali,” kata Rusdi Marzuki kepada wartawan, Kamis (20/1/2022) pagi.

Rusdi menjelaskan, kejadian itu diketahui berawal, Sabtu (8/1/2022) sekira pukul 10.00 WIB. Saat itu ibu kandung korban, DC berada di rumah mereka di Kecamatan Torgamba bersama korban dan tersangka. Kemudian tersangka mengajak korban untuk pergi ke bengkel menggunakan sepeda motor.

Lalu, sekira pukul 12.30 WIB, tersangka pulang seorang diri, sementara ibu kandung korban menanyakan kepada tersangka tentang keberadaan korban. Kemudian, tersangka berkata ‘masih di sana dia, mandi di bekoan’. Tidak lama setelah itu, tersangka pergi dari rumah dan korban pun pulang ke rumah dengan berjalan kaki dalam keadaan basah.

Ayah tiri pelaku pencabulan digiring petugas menuju sel tahanan Polres Labuhan Batu. (Foto: Ist).

“Ibu korban menanyakan ‘kenapa kau’ korban menjawab ‘haid aku mak, makanya aku mandi di bekoan’. Selanjutnya sang ibu menyuruh korban untuk membersikan diri di kamar mandi,” terangnya.

Selesai membersihkan diri, masih dijelaskan Rusdi, ibu korban curiga di karenakan masih ada keluar darah dari kemaluan korban hingga ibunya bertanya ke korban agar jujur.

“Setelah dibujuk untuk berkata jujur, korban pun mengaku kalau dia telah disetubuhi oleh tersangka. Korban juga menjelaskan sebelumnya kejadian yang sama sudah 5 kali dilakukan ayah tirinya itu,” ungkapnya.

Mantan Kanit Reskrim Polsek Medan Barat dan Medan Helvetia ini menambahkan, korban dibawa ibunya ke rumah sakit karena pendarahan korban tak kunjung berhenti. Sementara, masyarakat yang mengetahui kejadian itu langsung menangkap tersangka dan mengaraknya ke Polsek Torgamba.

“Tersangka kita jerat Pasal 81 ayat (2) UU RI No. 23 tahun 2002 dan Pasal 82 ayat (1) UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun. Selanjutnya, Pasal 46 dari UU RI No. 23 tahun 2014 tentang penghapusan kekerasan dalam lingkup rumah tangga dipidana penjara paling lama 12 tahun,” pungkasnya. *