Apresiasi Kinerja Kapolres Samosir, Pengacara Korban Rianto Simbolon Minta Polisi Periksa CCTV Rumah Sakit. 

Jumat, 14 Agustus 2020 | 21:27 WIB

 

Samosir, MPOL: Jajaran Polres Samosir yang dipimpin AKBP. M Saleh,SIK.MM berhasil mengungkap kasus pembunuhan Rianto Simbolon yang terjadi pada tanggal 8 Agustus 2020 lalu ,diapresiasi pengacara korban Rianto Simbolon, Dwi Ngai Sinaga SH.MH,Benri Pakpahan SH, Yusen Sinaga, SH dari LBH IPK Medan dan TIM LBH PPTSB Sedunia, Jumat (14/8/2020) di Mapolres Samosir.
Anggota Polres Samosir dalam tempo 4 jam sudah berhasil menciduk para tersangka dari lokasi yang berbeda,ini sebuah prestasi yang luar biasa, harapan keluarga pihak korban agar pelaku tersangka yang dua lagi masih buron untuk secepatnya ditemukan dan diproses.
“Ada rasa khawatir dari pelapor sebagai pamannya sendiri akan terjadi hal yang menakutkan kepada dia sendiri, seperti dihantui oleh pelaku, dimana 2 malam berturut-turut sering mondar mandir di sekitar rumah pamannya marga Sinaga, akan ada susulan kepada mereka karena dilaporkannya ke Polres Samosir,  jadi kita minta kepada kepolisian untuk menindak tegas para pelaku”,sebut Dwi Ngai Sinaga.
“Permintaan keluarga,sewaktu kejadian  yang mengantarkan korban kerumah sakit bukan dari pihak kepolisian. Kita dapat info dari rumah sakit bahwa kejadian ini dipikirnya Lakalantas, digiringlah ini ke rumah sakit, ada pihak keluarga korban ini mengungkapkan bahwa korban Rianto Simbolon bukan Lakalantas tapi pembunuhan disitulah terbongkar semua”, tambahnya.
Ketika kita cross cek kesana ada mengantar 7(tujuh)orang,harapan kami selaku pengacara akan memasukkan surat untuk memeriksa CCTV rumah sakit, siapa saja yang ikut mengantarkan korban apakah ada keterlibatan atau tidak”.
Ditambahkan, diduga perencanaan pembunuhan ini sudah dimatangkan pada tanggal 3 Agustus 2020, tapi gagal,begitu juga di kedai tuak gagal juga.Naasnya pada hari Minggu (9/8/2020) korban sudah tergeletak tak bernyawa di Jalan Lintas Ronggur Nihuta.
Para tersangka setelah di BAP  pembunuhan direncanakan di rumah JS (Justianus Simbolon) kita minta juga agar adek istri pelaku untuk diusut apakah terlibat atau tidak dan harus tuntas.
Siapa saja yang mengetahui ini,jangankan yang bertindak dalam UU Pidana mengatakan ,mengetahui tindak pidana tidak melaporkan itu adalah pidana.
“Jadi buat rekan-rekan media disini akan kita kawal sampai tuntas,ini masih awal ,karena kita tahu Samosir adalah daerah yang tinggi adat istiadat dan kulturnya”, sebutnya.
Adanya dugaan keterlibatan oknum yang masih simpang siur,pengacara korban Dwi Ngai Sinaga,SH.MH  sepakat dengan perkataan Kapolres yang tidak boleh berasumsi,karena ini menyangkut hukum.
Ditambahkan, sebenarnya kasus ini kalau ditarik benang merahnya sudah berlarut-larut,  dimana sebelumnya rumah korban pernah mau dibakar beberapa tahun lalu.**