Ajak Kencan Wanita dari MiChat, Hp Pria Ini Malah Dirampas

Kamis, 23 September 2021 | 18:36 WIB

Medan, MPOL : Petugas Unit Reskrim Polsek Medan Helvetia mengungkap kasus perampasan handphone dengan modus prostitusi online melalui media sosial (medsos) MiChat.

Pelaku seorang wanita berinisial M alias I (41) menjarah harta benda milik korban setelah batal berkencan dengan wanita yang dipesannya.

“Korban awalnya menggunakan aplikasi media sosial MiChat untuk mencari wanita yang dapat diajak berkencan. Akhirnya, antara korban dan pelaku sepakat untuk bertemu, Selasa (14/9/2021) sekira pukul 21.30 WIB,” kata Kanit Reskrim Polsek Medan Helvetia, Iptu Theo, Kamis (23/9/2021) pagi.

Setelah sepakat dengan nominal Rp. 750 ribu sekali kencan, GP alias T (DPO) rekan M menekankan biaya sebesar Rp 250 ribu apabila korban membatalkan kesepakatan kencan tersebut.

“Kemudian keduanya bertemu di seputaran Jalan Kapten Muslim. Karena wajah pelaku yang hendak berkencan dengan korban ternyata berbeda, korban pun langsung membatalkan dan memberikan uang sebesar Rp 150 ribu sebagai uang cancelnya. Namun, pelaku marah dengan korban karena uang cancel nya kurang Rp 100 ribu lagi dan keduanya terlibat cekcok mulut,” jelasnya.

Saat korban hendak meninggalkan lokasi pertemuan, sambungnya, pelaku langsung merampas Hp Oppo Reno 2+ yang berada di saku belakang korban sebagai jaminan uang kamar Rp 300 ribu. Pelaku langsung meninggalkan korban dan menyerahkan hp korban kepada rekannya GP alias T.

Tak berapa lama kemudian, korban kembali datang bersama temannya untuk menebus hp miliknya yang diambil pelaku. Namun, kesepakatan tersebut kembali berubah dan pelaku GP meminta uang kamar tersebut sebesar Rp 1.250.000. Tak terima dengan perbuatan pelaku, korban pun membuat laporan pengaduan ke Polsek Medan Helvetia.

“Setelah kita lakukan penyelidikan, akhirnya kami dapat mengamankan pelaku di kos-kosan yang dihuninya Jl. Kapten Muslim Gg. Bersama, Kel. Dwikora, Kec. Medan Helvetia pada Selasa (21/9/2021) sore,” terangnya.

Theo mengatakan, terhadap pelaku melanggal Pasal 365 Ayat (1) Subs Pasal 363 Ayat (1) ke 4e dari KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 9 tahun.

Sementara itu, rekan pelaku berinisial GP alias T berstatus DPO.

“Untuk pelaku GP akan kami kejar terus dan apabila tidak kooperatif kami akan ambil tindakan tegas serta terukur,” pungkasnya. *