4 Tahun, Kasus OTT di Tanjung Morawa Mengendap di Mapolresta Deli Serdang

Kamis, 20 Januari 2022 | 13:54 WIB

Deli Serdang, MPOL : Masih dalam ingatan, Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan tim saber pungli Polresta Deli Serdang 4 tahun silam di kantor Camat Tanjung Morawa, Kab.Deli Serdang, Prov Sumut, hingga kini kasusnya masih mengendap.

OTT itu dilakukan sebelum Polres Deli Serdang naik status menjadi Polresta Deli Serdang, dan masih dipimpin oleh AKBP Eddy Suryantha Tarigan, SIK sebagai Kapolres, sedangkan Kasat Reskrim ketika itu dijabat oleh AKP Bayu Putra Samara.

Informasi yang dihimpun Medan Pos, tim siber pungli/unit tipikor Satreskrim Polres Deli Serdang melakukan OTT terhadap 7 orang pegawai dan staf Camat Tanjung Morawa, Selasa, 13 November 2018 silam, sekira pukul 11.15 Wib.

Operasi tim siber pungli ini dilakukan di kantor Camat Tanjung Morawa di dalam ruangan Kasi Pemerintahan, terkait kasus gratifikasi pengurusan surat tanah masyarakat.

Tim Polres menangkap 7 orang, yakni SK, LA, HD, LN, KD, CN, Dan J, mereka terdiri dari 4 orang PNS dan 3 orang Honorer, sejumlah berkas termasuk surat tanah ikut diamankan petugas, dan ketika itu Camat Tanjung Morawa masih dijabat oleh Edi Yusuf.

Setelah diperiksa oleh penyidik selama lebih 24 Jam, enam orang yang merupakan pegawai dan anggota Camat itu akhirnya dilepas satu persatu dalam waktu terpisah, bahkan hingga saat ini semuanya telah kembali bekerja seperti biasa.

Perkembangan terakhir, melalui keterangan Kepala Unit-III Satreskrim Polres Deli Serdang yang saat itu dijabat oleh Iptu Arif Suhadi, SH, ketika dikomfirmasi Medan Pos di ruang kerjanya, 08/03/2019 mengatakan berkas pemeriksaan telah dilimpahkan ke Kejari Deli Serdang.

Mendengar keterangan Iptu Arif, wartawan Medan Pos memburu informasi ke kantor Kejari Deli Serdang di Lubuk Pakam, pada Selasa 19/03/2019, dan melalui Kasubsi Penyidikan Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari, Oloan S, mengatakan berkas OTT tersebut belum diterimanya, bahkan SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikkan) juga belum masuk ke Kejari Deli Serdang.

Mendengar pengakuan Oloan, hari itu juga Medan Pos kembali menemui Kanit Idik-III Satreskrim Polres Deli Serdang di kantornya, herannya, Iptu.Arif Suhadi malah mengatakan berkas perkara tersebut telah dikembalikan Jaksa karena P19 (belum lengkap), padahal pengakuan pihak Kejari sendiri bahwa SPDP belum ada mereka terima.

Kasus OTT ini sempat jadi sorotan sejumlah media massa, perkembangannya dinilai penuh kejanggalan, hingga kini sejumlah masyarakat bertanya-tanya mengenai konsep penegakkan hukum di wilayah hukum Polres Deli Serdang terhadap kasus pada OTT tersebut.

Terkait hal ini, Kopolresta Deli Serdang yang saat ini baru dijabat oleh Kombes Pol. Irsan Sinuhaji, SIK, MH, ketika dihubungi Medan Pos via WhatsApp, Kamis siang (20/01) mengatakan akan kembali membuka berkas tersebut.

“Karena kejadian itu bukan masa saya menjabat, nanti akan kita minta Kasat Reskrim untuk membuka berkasnya kembali, silahkan control pak, kita memang harus transparan”, kata Irsan Sinuhaji dengan kepribadiannya yang sigap. (DS.08)