Patroli Gabungan TNI AL Gagalkan Kapal Tanpa Dokumen Angkut PMI Ilegal

Kamis, 8 April 2021 | 15:10 WIB
Belawan, MPOL : Kapal patroli keamanan laut Lanal Tanjungbalai Asahan berhasil mengamanlan  36 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal di perairan Muara Sungai Asahan.
Kapal tanpa nama dengan ukuran 5 GT tersebut ditangkap pada pukul 03.00 WIB di perairan Muara Sungai Asahan pada koordinat 99° 51,8’ T – 03° 01’ U berdasarkan informasi intelijen Lantamal I Belawan, Kamis (08/04/2021).
Demikian siaran pers yang diterima wartawan melalui Dinas Penerangan Lantamal I Belawan, Mayor Edi Harahap.
Pada saat diperiksa,  kapal kayu yang diawaki berinisial MW sebagai nakhoda dengan ABK (Anak Buah Kapal)  2 orang itu membawa 36 orang terdiri dari 24 pria dan 12 orang wanita serta seorang balita perempuan yang diduga menjadi pekerja migran ilegal yang akan berangkat ke Malaysia.
Setelah dilaksanakan penggeledahan terhadap muatan kapal dan barang bawaan tidak ditemukan barang-barang terlarang baik oleh PMI maupun ABK.
Saat ini calon PMI tersebut diamankan di Mako Lanal TBA (Tanjung Balai Asahan) di Desa Asahan Mati, Kabupaten Asahan  untuk selanjutnya diserahkan ke petugas Imigrasi.
Dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh kapal dan nahkoda adalah pelanggaran terhadap UU No. 17 Tahun 2008 tentang pelayaran yang akan disidik oleh petugas berwenang Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjungbalai Asahan, sedangkan pelanggaran keimigrasian akan ditangani oleh petugas dari Imigrasi Tanjungbalai Asahan.
Disebutkan, menjelang bulan Ramadhan ataupun akhir tahun memang marak pelanggaran, baik itu masuknya barang selundupan ataupun keluar masuk ke Indonesia tanpa dilengkapi dokumen yang sah, oleh karena itu sesuai dengan perintah  Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono, menekankan ke seluruh jajaran Angkatan Laut untuk tetap waspada menjaga keamanan perairan di wilayah kerja masing-masing.
Hingga saat ini ke-36 orang yang diduga PMI ilegal serta kapal dan ABK-nya masih dalam pengawasan Lanal Tanjungbalai Asahan, berdasarkan perintah dari Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid K, bahwa pemeriksaan kapal agar terus dilanjutkan sesuai prosedur dan tetap berkoordinasi dengan instansi samping yang berwenang dalam hal ini Imigrasi.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Danlantamal I Belawan, Brigjen TNI (Mar) I Made Wahyu Santoso dengan menekankan agar kegiatan proses pemeriksaan terhadap yang diduga sebagai pekerja imigran ilegal sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat untuk memutus penyebaran virus Covid-19 yang belum tuntas dengan tetap memakai masker, menjaga jarak, tidak bergerombol dan selalu mencuci tangan. **