Tidak Dapat Bansos, Puluhan Warga Desa Limbong Datangi Kantor Kades dan Kecamatan

Senin, 11 Mei 2020 | 20:25 WIB
Tebing Tinggi,MPOL.com: Merasa tidak mendapat keadilan dan diabaikan, puluhan warga Desa Limbong Kecamatan Dolok Merawan Kabupaten sergai datangi Kantor Kepala Desa (Kades) dan Kecamatan, Senin (11/5/2020).
Puluhan warga menuntut pembagian bantuan sosial (Bansos) terdampak Covid-19 yang menurut mereka pilih kasih dan tidak merata. Warga yang didominasi para emak-emak itu awalnya mendatangi Kantor Kades Limbong Kecamatan Dolok Merawan.
Namun karena Kades tidak berada ditempat dan warga hanya diterima Kepala Seksi Kesejahteraan dan Pelayanan Amiruddin Saragih. Sempat terjadi adu argumen antara warga dengan Staff Desa Amiruddin.
Saat itu warga menyampaikan keluhan diantaranya penerima Bansos yang tidak tepat sasaran. Seksi Kesejahteraan dan Pelayanan Desa menerangkan data penerima Bansos terkait dampak Covid-19 adalah datanya berasal dari Kemensos RI di Jakarta.
Saat dikonfirmasi Medan Pos Online, Seksi Kesejahteraan dan Pelayanan Amiruddin Saragih menjelaskan Kades sedang berada di Rampah dan kalau mau konfirmasi langsung aja nanti ke Kadesnya.
Merasa tidak puas, puluhan warga Desa Limbong langsung mendatangi Kantor Kecamatan Dolok Merawan untuk melanjutkan menyampaikan aspirasinya. Puluhan warga langsung diterima Camat Dolok Merawan M Fahmi bersama Kapolsek setempat AKP Asmon Bufitra dan berdialog bersama para warga.
Menanggapi keluhan warga, Camat Dolok Merawan membenarkan bahwa data Bansos berasal dari pusat di Kemensos dan pencairannya melalui Kantor Pos.
Kapolsek AKP Asmon Bufitra menenangkan warga dan mengatakan akan memberikan bantuan dari Polres Tebing Tinggi kepada warga yang benar-benar tidak ada menerima bantuan apapun.
“Nanti kita akan melakukan pendataan dan berkoordinasi kepada pihak setempat, kepada warga yang benar-benar tidak pernah mendapat Bansos terdampak Covid-19, nanti Polres Tebing Tinggi akan memberikan bantuan “, ujar Kapolsek.
Yusniati salah seorang warga Dusun III Desa Limbong kepada Medan Pos Online menjelaskan,  kita minta keadilan pak, ada bantuan apapun kita tidak pernah dapat. Sementara yang dapat PKH dan bantuan beras juga masih menerima bantuan.
“Yang dapat orangnya sehat-sehat dan ada usahanya. Semua saudara-saudara yang kerja dikantor Kades ini dapat “, ujarnya geram.
Menurut mereka bantuan tidak ada pemerataan dan mereka hanya didata saja namun bantuan tidak kunjung datang. Ironisnya, ada salah satu warga Dusun III Kek Tukimin  yang hidup sendiri di rumah reot milik warga lain juga tidak menerima bantuan terdampak Covid-19.
“Saya selama tinggal di rumah ini tidak pernah menerima bantuan dari kantor desa.  Hanya menerima beras dari kantor Camat namun bantuan lain saya tidak pernah dapat “, ujar Kek Tukimin lesu. *