Sekjen SPS Optimis Media Cetak Tetap Bertahan

Jumat, 27 November 2020 | 22:28 WIB

Medan, MPOL : Sekjen Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat, Asmono Wikan, optimis masih ada peluang bagi media cetak untuk bertahan menyelamatkan bisnis di tengah tetap maraknya penyebaran pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) di negara kita saat ini.

Wikan Asmono mengemukakan hal itu saat tampil sebagai narasumber dalam workshop bertema ‘Masa Depan Koran di Era New Normal, Antara Peluang dan Idealisme Media’, dilaksanakan SPS Sumut di Hotel Garuda Plaza, Jumat (27/11/2020).

Workshop yang dipandu pengurus SPS Sumut Asih Astuti MI Kom itu, juga menampilkan narasumber Dr Arifin Saleh Siregar, Dekan Fisip UMSU, dihadiri Ketua SPS Pusat Prof Muhammad Nuh serta diikuti puluhan jurnalis dari Medan dan luar Kota Medan.

Menurut Asmono, peluang media cetak di daerah bisa tetap bertahan, datang dari jalinan kerja sama iklan/pariwara dengan pemerintah daerah (provinsi, kabupaten/ kota), penerbitan buku, seminar online, dan kerja sama dengan pemerintah terkait kampanye melawab Covid-19.

Lebih jauh Asmono berharap perusahaan pers atau media seharusnya bisa menawarkan model-model bisnia berbasis ‘Big Data Analytics” yang bisa mengakomodir kepentingan komunikasi pemasaran produk-produk komersil dan mengolaborasikannya dengan sosialisasi program-program pemerintah.

Sementara, Arifin Saleh Siregar menyatakan, berdasarkan survei yang dilakukannya, minat baca masyarakat terhadap media cetak, utamanya di kalangan anak-anak muda, terus mengalami penurunan, akibat cepatnya arus informasi yang bisa diakses melalui media online dan medsos lewat gadget.
Tidak mengherankan jika oplah koran khususnya di Sumut dan Indonesia pada umumnya terus menurun, karena semakin sedikit masyarakat yang mau membeli koran.

“Dari hasil bincang-bincang saya dengan sejumlah pemilik kios penyedia koran di Medan, semuanya mengeluhkan soal semakin merosotnya pembeli koran,” kata Arifin.

Kendati demikian, mantan wartawan ini tetap optimis media cetak masih tetap akan bisa bertahan, dengan catatan harus bisa melakukan sejumlah terobosan baru terkait dengan konten pemberitaan, yang bisa mendorong minat generasi muda membaca koran.

Sedangkan, Ketua SPS Sumut H Farianda Putra Sinik SE kembali menegaskan komitmennya sekaligus mengajak para pemimpin media cetak supaya kompak dan bahu-membahu dalam mempertahankan eksistensi koran di Sumatera Utara.

“Dalam hal ini saya mengapresiasi Gubsu, Wagubsu dan jajaran Pemprovsu yang sudah terlihat keseriusannya dalam membantu sekaligus memberikan peluang kerja sama dengan media cetak, sehingga media cetak di daerah ini masih bisa bertahan hidup,” kata Farianda.

Kendati kondisi perusahaan media cetak sudah menukik ke dasar serta berada di tengah kesulitan, Farianda tetap yakin, badai pasti akan berlalu, dan media cetak akan kembali berjaya.

“Saya yakin, seberat apapun tantangan yang menghadang, media cetak tak boleh mati. Newspaper never dies,” tegas Farianda.

Sebelumnya, Kadis Infokom Pemprovsu diwakili Sekretaris, Muhammad Ayub, menyambut positif pelaksanaan workshop dan berharap media cetak di Sumut tetap eksis serta mampu memberikan kontribusi positif bagi terwujudnya suasana kondusif di Sumatera Utara.

Ketua Panitia Rianto Aghly SH menyampaikan pelaksanaan workshop berlangsung Jumat hingga Sabtu, dan puncaknya akan digelar Awarding Night, Minggu (29/11/2020) di Hotel Santika Medan, yang akan dihadiri Gubsu Edy Rahmayadi, Wagubsu Musa Rajekshah dan sejumlah kepala dearah. (Rel)