Pembagian Sembako SOL Dinilai Tidak Tepat Sasaran

Kamis, 21 Mei 2020 | 17:04 WIB
Taput MPOL.Com: Warga Partali Julu, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara menyesalkan pembagian sembako yang dilakukan Sarulla Operation Limited (SOL) tidak tepat sasaran dan dapat memicu perpecahan (pengelompokan) di tengah masyatakat.
Pernyataan tersebut disampaikan warga Dusun III, Desa Partali Julu, Tarutung antara lain Hannas Siahaan (Op Frans), Tumpal Malau, Binton Sianturi dan Posma Simorangkir, Kamis (21/5/2020) kepada wartawan setelah melihat dan mengamati pembagian sembako yang dilakukan SOL di lingkungan Dusun III Desa Partali Julu.
Hannas Siahaan menyebutkan pembagian tersebut tidak tepat sasaran karena ada warga yang benar-benar membutuhkan karena secara ekonomi pas-pasan ternyata tidak mendapat. Sementara warga yang secara ekonomi bisa dikatakan mencukupi mendapatkan sembako.
“Kita tau SOL perusahaan besar, harusnya tidak diskriminatif dalam memberikan bantuan kepada masyarakat. Bahkan bantuan SOL tepatnya diberikan kepada seluruh masyarakat Tapanuli Utara bukan hanya segelintir orang,” sebutnya.
Pensiunan TNI ini menegaskan, pihaknya memprotes pembagian sembako yang dilakukan bukan untuk maksud mendapat bantuan tersebut karena belum tergolong pihak yang sangat membutuhkan terkait dampak pendemi Covid-19. Tapi ada sejumlah masyarakat yang membutuhkan tapi tidak mendapat.
Sementara itu Posma Simorangkir menyebutkan, seharusnya SOL sebagai perusahaan raksasa tidak lagi berbuat dalam aksi sosial dalam skala kecil. Tapi sudah sepantasnya memberikan kepedulian kepada seluruh masyarakat Tapanuli Utara karena perusahaan tersebut mengekploitasi kandungan alam Tapanuli Utara.
Ia curiga pemberian bantuan yang diberikan SOL bukan murni tujuan kemanusiaan karena tidak jelas ketentuan masyarakat penerima bantuan. “Mungkin ada di SOL mau cari panggung disituasi Covid-19 seolah-olah peduli tapi tujuannya tidak murni kemanusiaan. Soalnya yang diberikan bantuan tidak tepat sasaran,” sebutnya.
Bahkan Tumpal Malau mengatakan bahwa pihaknya mendapat informasi dimana data penerima bantuan tidak jelas dan seakan-akan dibuat-buat. Pasalnya ada dalam data sebagai penerimana ternyata tidak lagi tinggal lagi di dusun III.
Begitu juga warga yang secara administrasi bukan warga Desa Partali Julu tapi tinggal di desa tersebut mendapat bantuan. “Pembagiannya tidak merata, ada janda yang mendapat sementara duda tidak mendapat,” sebutnya.
Selanjutnya Binton Sianturi mengaharapkan, kiranya dalam kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat, SOL harus melibatkan Kepala Dusun (Kadus) agar kegiatannya terkordinir.
Terutama dalam pendataan warga karena Kadus sudah pasti lebih mengenali masyarakatnya. “Ke depan kita harapkan SOL melibatkan Kadus dalam kegiatan sosialnya,” sebutnya.
PEDULI
Ivan Simangunsong Supervisor Personalia  SOL yang tinggal di perumahan Barat Indah Permai (BIP) Desa Partali Julu saat dikonfirmasi MPOL.Com membenarkan adanya pembagian sembako tersebut. “Iya benar, kami ada membagi sembako kepada warga terdekat. Pembagian sembako itu merupakan peduli karyawan SOL kepada masyarakat Dusun III Desa Partali Julu ditengah Pandemi Covid-19,” katanya.
Uangnya dikumpul dari sekitaran 50 orang karyawan yang tinggal di perumahan Barat Indah Permai dan bukan dari perusahaan. Ditanya mengenai pembagian sembako yang tidak tepat sasaran, Ivan mengatakan, data warga itu kami terima dari KAUR dan Kadus Desa Partali Julu.
“Artinya, kami tidak tahu akurasi data warga yang tinggal di BIP. Memang sesuai laporan ke kami, masih ada warga yang belum mendapat sembako,” ungkap Ivan. **