Pelaku Ekonomi Minta Pelayanan Pelayaran Ambarita-Ajibata Dioperasikan Kembali

Minggu, 6 Juni 2021 | 19:52 WIB

Ambarita, MPOL : Pasca kejadian jatuhnya satu unit mobil Avanza dari Kapal Ferry KMP Ihan Batak ke Danau Toba yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia pada Senin (31/5/2021) lalu,Pelabuhan Ambarita tampak sepi, dimana KMP Ihan Batak belum beroperasi karena masih menunggu proses pemeriksaan.

Sebelum kejadian tersebut, Pelabuhan Ambarita ramai dikunjungi warga yang akan menyeberang ke Ajibata maupun sebaliknya. Aktivitas masyarakat di Ambarita dan pelaku ekonomi juga bertambah di lokasi pelabuhan.

Janri Manik ketika ditemui wartawan, Minggu (6/6/2021) di Ambarita merupakan pelaku ekonomi yang ikut menyelamatkan 2 orang yang ada di dalam mobil saat peristiwa jatuhnya mobil Avanza ke Danau Toba.

Dalam kejadian itu, korban yang dapat diselamatkan 3 orang, sementara seorang korban tidak dapat terselamatkan alias meninggal. Mobil yang jatuh dapat diselamatkan dengan ditarik masyarakat, pihak kepolisian dinas perhubungan dan pegawai ASDP dengan dibantu satu unit mobil pemadam kebakaran yang berada di Ambarita, Kecamatan Simanindo.

“Coba bapak lihat situasi pelabuhan penyeberangan ini, terlihat sunyi kan?. Hal ini sudah kami alami seminggu pak, pasca kejadian jatuhnya mobil ke danau, dimana dengan kejadian tersebut kapal penyeberangan KMP Ihan Batak tidak beroperasi lagi,” kata Janri Manik kepada wartawan.

Janri Manik yang ikut menyelamatkan korban jatuhnya mobil di Dermaga Ambarita. (Foto: Herbin Sinaga).

“Kami para pelaku ekonomi di pelabuhan ini hilang pencaharian sehari-harinya dengan adanya penumpang yang akan menyeberang ke Ajibata menunggu jam keberangkatan maupun penumpang yang sandar ke Pelabuhan Ambarita” itu yang kami harapkan,” sebutnya lagi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dengan tidak beroperasinya KMP Ihan Batak para pelaku pariwisata juga terkena imbas, dimana para penarik becak wisata dan mobil rental yang biasanya mangkal guna menunggu wisatawan maupun warga yang ingin diantar ke tempat tujuan akhirnya berhenti dan pindah lokasi. Begitu juga pengusaha kuliner dan souvenir menutup usahanya.

“Kami mengharapkan agar kiranya KMP Ihan Batak maupun KMP Pora-Pora dapat kembali melayani penyeberangan Ambarita-Ajibata seperti semula,” harapnya.

Ia mengatakan, lancarnya transportasi darat dan danau ke Samosir salah satu pendukung kemajuan ekonomi di daerah tersebut. Kabupaten ini pun mendukung pariwisatanya dari ekonomi kreatif sekaligus untuk mendukung program pemerintah pusat dalam pemulihan ekonomi nasional yang dicanangkan Presiden Jokowi dimasa Pandemi Covid-19. *

Janri Manik yang ikut menyelamatkan korban jatuhnya mobil di dermaga Ambarita. (Foto: Herbin Sinaga).