Napi Asimilasi Kembali Berulah, Wakapolrestabes Medan: Tetap Kita Proses Dan Penambahan Hukuman  

Senin, 11 Mei 2020 | 01:51 WIB
Medan, MPOL: Aksi narapida (napi) yang bebas bersyarat lewat program assimilasi Covid-19, kembali berulah melakukan tindakan kejahatan. Bahkan kelakuannya membuat masyarakat Kota Medan sekitarnya dibuat geger.
Catatan Medan Pos adapun sejumlah aksi kejahatan yang kembali dilakukan eks napi asimilasi diantaranya yakni pembunuhan sadis wanita pekerja salon yang dilakoni Jefri (24) dan Michael (22).
Kedua napi eks asimilasi kasus cabul ini  membunuh seorang wanita muda Elvina (21) di rumah bernomor 40 Jalan Duku Komplek Cemara Asri, Rabu (6/5/20) sore kemarin.
Tersangka utama Jefri menghabisi nyawa korban hanya karena menolak meladeni nafsu bejatnya. Korban dihabisi dengan cara sangat mengenaskan.
Kemudian, pelaku perampokan bersenjata tajam (Sajam) di Jalan Komplek Veteran Desa Medan Estate Kecamatan Percut Sei Tuan, pada 2 Mei 20 lalu. Seorang napi eks asimilasi kasus perampokan kembali mengulangi aksinya.
Polda Sumatera Utara (Sumut) bekerja sama dengan Polrestabes Medan kemudian melakukan penyelidikan dan membekuk tersangka H (22) eks napi. Dalam kasus ini polisi menembak mati tersangka RRL alias K (25) yang juga seorang residivis.
Seorang eks napi asimilasi Covid-19, bernama Andre Barus (28) meringis dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, setelah kedua kakinya bolong ditembus timah panas polisi. Senin (27/4/20) lalu.
Andre yang merupakan warga Jalan Pertanahan Kecamatan Patumbak ini ditembak polisi lantaran melawan saat disergap usai merampok seorang siswi SMA berinisial FSS (16) di Jalan GM Panggabean. Korban dirampok saat hendak membeli makanan, Rabu (22/4/20) malam kemarin sekitar pukul 23.00 WIB.
Menanggapi berulahnya eks napi asimilasi, Wakapolrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji kepada wartawan menegaskan pihaknya akan mengenakan pasal pemberatan ditambah lagi hukuman lama eks napi tersebut juga akan dilanjutkan.
“Ketika napi asimilasi tertangkap maka kita proses hukum. Bila terulang lagi penahanan dilanjutkan kembali ditambah pasal pemberatan nanti di berkas BAP,” ujarnya.
Sebelumnya, Polrestabes Medan melakukan pemantauan terhadap 49 narapidana di Medan yang dibebaskan dari Lapas Tanjung Gusta.
Pemantauan ini dilakukan karena ada kecemasan di tengah masyarakat kalau Napi yang dibebaskan kembali melakukan kejahatan.
Di Medan sejauh ini ada 49  napi yang dibebaskan dari Lapas Tanjung Gusta, masyarakat tidak perlu khawatir. Polrestabes Medan mendata Napi yang dibebaskan tersebut.(*)