Musim Kemarau, Pemkab Samosir Turunkan Pompanisasi Airi 470 Ha Sawah

Rabu, 4 Maret 2020 | 12:28 WIB

Samosir – Kemarau panjang yang terjadi tiga bulan terakhir ini di Kabupaten Samosir, menjadi ancaman besar bagi para petani khususnya petani padi.

Untuk mengatisipasi terjadinya gagal panen, Pemerintah Daerah Kabupaten Samosir mengambil langkah sigap dengan menurunkan tim terpadu dari Dinas Pertanian bekerja sama dengan Dinas PUPR, Dinas Kominfo, Pemerintah Kecamatan dan pemerintah desa untuk mengerahkan seluruh pompa air pertanian untuk membantu para petani mengatasi kekeringan lahan persawahan karena musim kemarau panjang yang melanda.

Pantauan Medanposonline di lapangan, Selasa (3/3/2020), beberapa lahan persawahan yang dialiri pompanisasi dimonitor oleh instansi terkait. Lahan tersebut antara lain Desa Rianiate dengan luas lahan sekitar 40 hektar menggunakan 2 unit Pompanisasi, Desa Sigaol Simbolon seluas lahan 100 hektar menggunakan 1 unit pompa besar dengan kapasitas 50 liter perdetik.

Kemudian Desa Palipi dengan luas lahan 120 hektar juga menggunakan 1 unit pompa besar, Desa Pangaloan Kecamatan Nainggolan dengan luas lahan 15 hektar menggunakan 1 unit pompanisasi, Desa Harian di Kecamatan Onan Runggu dengan luas lahan 4 hektar dengan 1 unit pompa, dan Desa Pardugul Kecamatan Pangururan dengan luas lahan kurang lebih 40 hektar. Keseluruhan pompanisasi yang dimonitor berfungsi dengan baik.

Pemerintah Kabupaten Samosir mengharapkan, mesin-mesin pompa yang disuplai pemerintah ini dapat meringankan beban petani dengan harapan membawa hasil panen yang baik walau dengan kondisi cuaca yang cukup ekstrim saat ini.

“Mari bergandeng tangan bahu membahu, bersama kita berjuang membangun kesehjateraan masyarakat Samosir di segala lini,” ujar Kadis Pertanian Viktor Sitinjak.

“Pada bulan Februari lalu juga kita telah melakukannya dan selanjutnya apabila para petani membutuhkanya,” tambah Viktor. (TS.03)