Pengabdian Masyarakat UNUSU di Desa Sidodadi

Lirik Budidaya Cabai Merah Melalui Industri Pengolahan Kripik 

Senin, 21 September 2020 | 21:34 WIB

Medan, MPol : Masyarakat Sumut tentunya mengenal cabai si pembawa rasa pedas. Apakah Anda termasuk para penikmat cabai? Jika iya, beruntunglah.

Budidaya cabai merah dengan prospek bisnis yang menguntungkan namun jika terjadi penurunan harga cabai di pasaran karena pasokan yang melimpah, akan mengakibatkan kerugian bagi para petani dikarenakan minimnya pengetahuan tentang pengolahan produk olahan dengan bahan baku cabai.

Cabai dapat dijadikan tepung sebagai bahan baku berbagai makanan. Cabai merupakan prospek cerah sebagai komoditas yang bernilai ekonomis tinggi, karena cabai salah satu pemanfaatan sebagai bahan baku industri. Tanaman cabai tidak tahan lama atau cepat rusak sehingga diperlukan penanganan untuk mempertahankannya.

Untuk memperpanjang daya simpan cabai merah dengan cara mengembangkan teknologi pengolahan, salah satunya adalah dengan cara membuat kripik cabai merah, sehingga daya simpan dapat bertahan lama. Salah satu penghasil cabai merah di Kabupaten Deli Serdang adalah Desa Sidodadi.

Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara (UNUSU) melalui Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat Stimulus Tahun 2020 dari DIKTI Kemendikbud merupakan implementasi dari kepedulian Tim Pengabdian Masyarakat UNUSU pada kondisi kelompok petani di Dusun Jogja Desa Sidodadi Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara.

Peserta pelatihan pembuatan kripik cabai merah merupakan ibu-ibu koperasi yang ada di Dusun Jogja Desa Sidodadi.

 

“Kami berharap semoga pengabdian masyarakat ini dapat membantu meningkatkan omzet para petani dengan berkembangnya usaha mitra untuk kemudian mampu memberikan multiflier effect bagi usaha sejenisdanmenumbuhkan jiwa wirausaha serta dapat menambah lapangan pekerjaan bagi masyarakat Desa Sidodadi.Di masa pembangunan sekarang ini nilai ekonomi semakin berperan, maka ketrampilan merupakan aset yang menguntungkan untuk dikembangkan.

Industri pengolahan cabai dapat menjadi alternatif usaha yang dapat diandalkan di dusun ini dan dapat meningkatkan pendapatan daerah serta kesejahteraan para petani cabai, sekaligus dapat memperluas lapangan kerja.” kata Sisilia Florina Yanti, M. Si dan Lily Novianty, M. Si.

Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini sempat mengalami penundaan yang sebelumnya dijadwalkan pada bulan April namun dapat terlaksana pada bulan Juni karena adanya pandemic COVID 19. Namun dalam pelaksaannya UNUSU tetap memperhatikan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

Kegiatan dalam bentuk pengabdian masyarakat ini sangat relevan untuk memecahkan permasalahan yang ada di Dusun Jogja Desa Sidodadi Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang.Kegiatan pengabdian masyarakat meliputi berbagai kegiatan seperti  Cabai merah segar dikeringkan terlebih dahulu dengan menggunakan metode pengeringan dengan oven sampai kadar air cabai mencapai kurang lebih 5%. Setelah cabai kering dilakukan penggilingan dan pengayakan, sehingga akan menghasilkan tepung cabai, dan kemudian diolah menjadi keripik cabai.

“ Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Tim UNUSU yang telah memberikan kontribusi positif berupa pelatihan bagi masyarakat khususnya ibu kelompok tani Dusun Jogja Desa Sidodadi. Semoga masyarakat  Desa Sidodadimemiliki keterampilan di bidang pengolahan hasil pertanian dan meningkat ekonomi masyarakat.”, tutur Ketua kelompok tani “Juli Tani” di Desa Sidodadi Yareli.(bp)