“KHAS Parapat” Wajah Baru Inna Parapat Dalam Menyambut Tantangan Bisnis Ke Depan

Jumat, 9 April 2021 | 17:59 WIB
Parapat, MPOL : Sebagai hotel yang memiliki sejarah dan perjalanan panjang, yang melaksanakan kegiatan operasional sejak tahun 1911, dan selama ini dikenal sebagai hotel terdepan di kawasan Danau Toba, Inna Parapat secara resmi mengenalkan logo baru dan bertransformasi menjadi “KHAS Parapat”, Kamis (8/4/21).
Pengenalan nama dan logo baru tersebut dilakukan sejalan dengan transformasi PT Hotel Indonesia Natour (Persero)/“HIN” yang saat ini menjadi bagian dalam program integrasi nilai hotel BUMN atau program “Holding Hotel BUMN”, dan melalui “Hotel Indonesia Group”, HIN akan mengembangkan “jaringan hotel milik BUMN” yang mengedepankan layanan dengan keramahtamahan khas Indonesia serta mengangkat berbagai kearifan lokal dengan standar internasional.
Branding baru “KHAS Parapat” diambil berdasarkan filosofi khas yang merupakan sesuatu ciri atau karakteristik yang khusus dan teristimewa dari suatu hal yang tidak dimiliki oleh yang lain. Khas menjadi sebuah nama yang bermakna mengangkat arti dari ciri, karakteristik yang kuat dari masing masing
budaya yang direpresentasikan.
Secara keseluruhan, disain KHAS Parapat menggunakan warna dan aplikasi yang vibrant, unik, fresh dan tanpa menghilangkan kesan bersejarah serta kontemporer. Elemen grafis yang digunakan adalah ilustrasi yang menceritakan aktivitas sehari-hari masyarakat lokal, seperti kesenian dan hobi; dan motif ornamen disesuaikan dengan kerajinan dan kesenian budaya lokal.
“KHAS Parapat” mencerminkan identitas serta semangat baru yang akan menjadi tahapan dan tonggak baru manajemen dalam menyambut perjalanan dan tantangan bisnis ke depan.
Direktur Utama PT HIN, Iswandi Said, yang saat peluncuran nama dan logo baru hotel diwakili Direktur Operasi PT Hotel Indonesia Natour (Persero), Seno Andhikawanto, menyampaikan perubahan nama dan logo (branding) yang mereka laksanakan merupakan salah satu bagian dari berbagai tahapan, dimana Hotel Indonesia Group akan mengembangkan jaringan hotel Indonesia bertaraf internasional; dan diharapkan pada tahun 2025, HIN melalui HIG akan ditargetkan akan mengelola lebih dari 100 hotel milik BUMN, yang beberapa hotel milik swasta.
“Selain perubahan nama dan logo, kami juga fokus dalam pembenahan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), karena kunci dari industri hospitality ini adalah pelayanan yang diberikan oleh setiap karyawan yang ada di properti hotel. Hal ini juga selaras dengan pemerintah yang sangat concern untuk mengembangkan pariwisata Danau Toba dengan menjadikan Danau Toba sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) Indonesia. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk mentuntaskan visi dari program holding hotel BUMN ini agar industri perhotelan dan pariwisata bisa semakin mendunia dan bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Seno Andhikawanto.
Sementara itu, General Manager KHAS Parapat, Domu Siregar, menyampaikan, tidak hanya pada tingkat lokal atau nasional, KHAS Parapat ini juga menjadi perhatian bagi turis internasional, salah satunya adalah Raja Williem Alexander dan Ratu Maxima Zorrequieta Cerruti dari Belanda yang tahun lalu menyempatkan berkunjung di hotel ini untuk melihat tempat yang mempunyai nilai sejarah bagi pendahulu mereka.
“Dan saat ini KHAS Parapat juga sudah mempunyai sertifkat CHSE sebagai bukti
bahwa hotel kami ini telah menerapkan protocol kesehatan yang baik dan benar,” ujarnya. **