Ketua Dekranasda Taput Tanggapi Keluhan Produk Pengerajin Pandai Besi Sitampurung Kalah Bersaing Dipasaran

Selasa, 4 Mei 2021 | 20:00 WIB

Taput,MPOL: Ketua Dekranasda Taput Satika Simamora tanggapi keluhan pengrajin Pandai Besi Sitampurung Siborong-borong Kabupaten Tapanuli Utara, dimana produk mereka selalu kalah bersaing di pasaran dengan produk daerah lain.

Keluhan itu disampaikan salah satu Pandai Besi Togap Lumbantoruan berupa bahan baku besi baja yang standar dan juga peralatan modern menempa Besi.

Togap mengungkapkan kendala yang dialami pengerajin Pandai Besi yakni produksi yang kurang maksimal akibat bahan yang tidak standar.

” Selama ini kami mengandalkan bahan baku bekas yang tentunya kurang dapat bersaing dengan produk yang menggunakan bahan dari baja,” ungkapnya, Selasa (4/5).

Sehingga ketika produk pengerajin yang dipasarkan ke petani Sawit di Pekan Baru tidak mampu bersaing.

” Kami sudah pernah tender ke PTPN , namun produk kita kalah bersaing. Untuk itu kami mohon dibantu pengadaan bahan baku besi baja, alat Spring Hammer menjadi, Air ahammer (tungku pemasak besi) dan Gerinda,” pintanya.

Kami sangat berterima kasih kepada Pak Nikson dan Ibu Satika yang telah menyahuti keluhan kami berupa bahan baku dan alat penempa besi.

Keinginan yang sama juga disampaikan Ramli Lumbantoruan yang sudah menggeluti usaha penempahan besi mencapai 12 tahun.

” Setiap hari kami mampu memproduksi kampak sawit 100 buah, Dodos 100 buah dan Agret 40 buah, namun kita masih kalah saing akibat bahan baku yang digunakan sebatas per bekas,” ungkap Ramli yang mengaku memiliki 9 pekerja.

Dengan kondisi seperti itu saja, Ramli menyatakan mampu berpenghasilan bersih Rp 600 ribu tiap hari.

” Kalau kita dibantu pengadaan bahan baku per baja hingga alat lebih modern, saya yakin akan berdampak ke perekonomian pengerajin pandai besi,” katanya.

Ketua Dekranasda Satika Simamora mengatakan kedatangan rombongan Ditjend IKMA Kementerian Perindustrian Abdullah guna melihat apa yang dibutuhkan pengerajin.

” Ini yang kita coba fasilitasi melalui Kementerian baik pelatihan, pemasaran hingga pengadaan bahan baku,” ujarnya.

Satika meminta Kades dan Camat agar memfasilitasi pembuatan proposal,” Mumpung mereka disini, segera buat proposal dan akan kami antar lewat Hari Raya,” pesan Satika kepada Camat Erwan Hutagalung.

Abdullah dari Ditjend IKMA menyampaikan akan memfasilitasi pengerajin pandai besi.

” Kita sudah ada bantu pengerajin di Sibolga, dan itulah maksud kedatangan kita melihat apa yang Kementerian bantu mendukung UMKM,” tegasnya.**