Kadin Sumut Dukung Perluas Pasar Ekspor ke Tanzania

Minggu, 1 Maret 2020 | 19:42 WIB

Medan – Ketua Umum Kadin Sumut, Ivan Iskandar Batubara mengatakan Kadin Sumut mendukung memperluas Pasar Ekspor Sumut ke Tanzania, Afrika. Hal ini disampaikan Ivan ketika bertemu Dubes RI untuk Tanzania, Ratlan Pardede,  Minggu (1/3/2020) di Medan.

Didampingi  pengurus dan pengusaha dibawah naungan KADIN Sumatera Utara, Ivan sangat merespon keaktifan Dubes Ratlan Pardede yg mendorong “kampung halaman”-nya memperluas pasar ke Afrika. “Ini kali kedua pak Dubes Ratlan bertemu kami (Kadin Sumut), setelah pertemuan pertama pada tahun 2018 yang lalu,” katanya.

Memang saat ini perekonomian dunia sedang lesu akibat adanya ancaman wabah virus Corona. Hampir semua negara sedang memproteksi  warganya dan sementara waktu menghindari kunjungan antar negara. Ini tentunya meresahkan kalangan dunia bisnis dan perekonomian global.

“Walau usaha lagi slow down, namun pengusaha harus terus optimis dan mencari jalan supaya tetap survive”, ujar Ivan.

Saat ini Kadin Sumut bersama pemerintah sedang mengembangkan kawasan barat Sumatera, melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (Special Economic Zone) pantai barat dan hilirisasi agar memiliki nilai tambah.

“Adanya ketimpangan pembangunan antara sisi pantai barat dan pantai timur Sumatera Utara dalam hal ini perlu dikejar, termasuk kawasan Nias,” jelasnya.

Dengan adanya pelabuhan di Pantai Barat nanti maka konektifitas perdagangan akan terhubung langsung ke pasar Eropa, Afrika dan India.

Dubes Ratlan Pardede mengapresiasi hal tersebut karena akan menekan cost logistic ke pasar Afrika.

Saat ditanya mengenai respons dari masyarakat Tanzania terhadap produk-produk asal Indonesia, Dubes Pardede menggarisbawahi kualitas dan harga yang kompetitif menjadi kunci memasuki pasar Tanzania. Dua hal tersebut yang menyebabkan masyarakat Tanzania memiliki respons positif terhadap produk-produk asal Indonesia.

“Respons masyarakat sangat positif dan mengharapkan produk-produk Indonesia tetap eksis karena kualitas yang baik dan harga yang kompetitif. Oleh sebab itu, diharapkan akan lebih banyak lagi produk Indonesia hadir di Tanzania,” ujar Dubes Pardede,

Beberapa produk perusahaan Indonesia sudah masuk ke Tanzania seperti tekstil, sabun, lotion, anti nyamuk, body spray, santan kelapa, dan mi instan. Perusahaan Indonesia antara lain PT Sinar Antjol, PT Softex, PT Priskila, Indofood, PT Sari Segar Husada, dan CV Cahaya Nusantara.

“Peluang yang terdapat di Tanzania sangat terbuka, untuk itu perlu lebih banyak lagi produk Indonesia memasuki negara ini sehingga masyarakat memiliki pilihan setelah mengetahui kualitas produk asal Indonesia,” ujar Ratlan.

Tanzania merupakan mitra kerja sama ekonomi yang sangat potensial. Sebagai negara utama dalam East African Community,, total potensi pasar yang dapat diakses mencapai 478 juta orang. (ril)