Jelang Idul Fitri, BI P. Siantar Sediakan Rp 2,37 T & Stok Bahan Pokok Aman

Selasa, 4 Mei 2021 | 10:13 WIB
Pematangsiantar, MPOL: Dalam rangka memenuhi kebutuhan  uang tunai di masyarakat menjelang Idul Fitri 1442 H, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI)  Pematangsiantar menyediakan uang Rupiah sebesae Rp 2,37 Triliun.
Uang tersebut akan didistribusikan kepada masyarakat melalui perbankan sebanyak 118 loket layanan penukaran uang 20 bank yakni, BCA, BNI, BRI, Mandiri, BSI, CIMB Niaga, May bank, Mayapada, Mega, Mestika, Muamalat, OCBC NISP, Panin, BTN, BTPN, Sinarmas, Danamon, Sahabat Sampoerna, BRI Agro, dan Bank Sumut di wilayah kerja KPw BI Pematangsiantar yang meliputi, Kota Pematangsiantar, Kabupaten Simalungun,  Asahan, Batubara Tanjung Balai, Labuhan Batu, Labura, Labusel.
“Kebutuhan uang tunai  jumlahnya tahun 2021 ini meningkat sebesar 19,47% dibanding tahun sebelumnya 2020, yang realisasinya sebesar Rp 1,99 Triliun, ungkap Kepala KPw BI Pematangsiantar Edhi Rahmanto Hidayat disampingi  Pj Sekda Kota Pematangsiantar Zukifli Asisten II, Zainal Siahaan, Kadis Koperasi UKM dan Perdagangan Jadimpan Pasaribu, Kabag Perekonomian, Pardamean Manurung,   dalam siaran persnya di Kantor BI Lantai 4 Jalan Adam Malik Pematangsiantar, Senin (03/05/2021).
Menurut Edhi Rahmanto, uang rupiah sebesar Rp 1,69 Triliun dipersiapkan untuk didistribusikan melalui perbankan di kota Pematangsiantar dan sekitarnya. Sedangkan Rp. 688,18 Miliar dialokasikan ke Labuhan Batu dan sekitarnya melalui kas titipan (Kastil) Bank Indonesia di Rantau Prapat (Bank Mandiri Cabang Ahmad Yani.

Dijelaskan Edhi, jika perbankan telah melakukan penarikan sekitar 68 persen dari total kebutuhan uang menjelang idul Fitri 1422 H. Sebahagian uang tunai yang diedarkan tersebut adalah Uang Pecahan Khusus (UPK) 75 ribu.

Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No 22/11/PBI/2020 tentang pengeluaran dan UPK 75 Tahun Kemerdekaan RI tahun emisi 2020 merupakan alat pembayaran yang sah di seluruh wilayah NKRI. “Jadi masyarakat jangan ragu mengunakan UPK 75 tersebut baik sebagai alat transaksi dalam negeri maupun sebagai koleksi,” ujar orang nimor satu di KPw BI Pematangsiantar itu.

Ditegaskannya, bagi siapa  yang menolak peredaran uang tersebut dapat dipidana, sesuai ketentuan peraturan perundangan-undangan yang berlaku, yakni pasal 23 (1) UU No.7/2011 tentang mata uang. Dipidana paling lama 1 tahun atau denda Rp. 200 juta.

Terhitung sejak 22 Maret 2021 BI mempermudah masyarakat yang ingin memperoleh UPK 75 tersebut. Setiap individu dapat menukar 100 lembar dan bisa diulang setiap hari. Atau dapat menukar melalui https://pintar.bi.go.id atau melalui perbankan syariah yang sudah ditunjuk.

Hal ini merupakan wujud komitmen Bank Indonesia dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat agar proses penukaran lebih cepat dan aman. Penukaran tetap berlangsung sesuai aturan protokoler kesehatan (prokes). 
Sementara, Pemko Pematangsiantar menjelaskan, ketersediaan atau stok  pasokan bahan pangan menjelang lebaran  aman dan terkendali.
Setelah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Pematangsiantar melalukan sidak ke beberapa distributor dan juga pasar, ketersediaan bahan pangan dinyatakan cukup dan harga dipastikan stabil, ujar Pj Sekda Kota Pematangsiantar Zulkifli kepada wartawan didampingi Kepala Bulog Siantar Darma Wijaya.
Dalam menjelang lebaran Idul Fitri ini, kata Zulkifli, Bulog menyediakan daging freezer yang  dibandrol dengan harga Rp.80 ribu/kg. Sebelumnya, Pemko juga telah menggelar pasar murah di 8 Kecamatan di Kota Pematangsiantar, pungkas Sekda Siantar.