Jaga Ketahanan Pangan Nasional, Bupati Nikson Tanam Jagung Hibrida Perdana di Sipoholon

Selasa, 19 Mei 2020 | 23:16 WIB

Taput MPOL.Com: Bupati Tapanuli Utara (Taput) Drs. Nikson Nababan menanam jagung bersama dalam rangka program ketahanan pangan yang berlokasi di Desa Hutaraja Kecamatan Sipoholon.

Nikson Nababan menanam jagung hibrida bersama Kepala UPT Gabe Hutaraja Ir. Ratna Gultom, Kadis Pertanian Taput SEY Pasaribu, Kapolsek Sipoholon AKP Kondar Simanjuntak dan Camat Sipoholon Richan Situmorang diatas lahan warga dengan luasan 1 Ha. “Saya sangat senang dengan inisiatif Dinas Pertanian bersama Kelompok Tani (Koptan) menanam jagung secara bersama-sama,” ujar Nikson Nababan dalam paparannya dihadapan warga dan pengurus Koptan dari 15 Kecamatan, Selasa (19/5).

Ia berharap supaya tahun depan ada peningkatan hasil produksi pertanian dalam semua komoditi tanaman holtikultura. Selain meningkatkan produksi tanaman holtikultura lanjutnya, perlu juga ditingkatkan produksi ternak babi, ayam, itik dan ikan. “Kedua konsep itu sebagai langkah kita bersama untuk mempertahankan ketahanan pangan ditengah Pandemi Covid-19 di Taput. Artinya, semangat bertani dan beternak harus terus dipicu dan dinas terkait supaya jangan lamban untuk menyikapinya,” ujarnya.

Kata Nikson faktor pendukung lainnya untuk mempertahankan ketahanan pangan dengan  mencetak 78 kolam lele di setiap kecamatan dan membuat pengadaan 4 ribu ekor itik. “Saya juga berharap, tahun depan harus  ada alokasi Dana Desa (DD) untuk pengadaan  sumur bor untuk luas lahan  25 Ha. Kalau perencanaan sudah bagus, pematangan lahannya juga bagus. Saya selaku Kepala Daerah tidak mungkin menolak untuk memberikan bantuan, karena sudah sesuai visi misi Taput sebagai lumbung pangan,” ucap Bupati sembari menambahkan mudah-mudahan dengan adanya bantuan jagung hibrida untuk ditanam diatas lahan 18.300 Ha, Taput sudah ikut mendukung program ketahanan pangan nasional.

Sementara UPT Gabe Hutaraja Ir. Ratna Gultom mengatakan, dengan adanya bantuan bibit jagung untuk ditanam diatas lahan 18.300 Ha akan memenuhi kebutuhan jagung nasional. Dalam hal ini Propinsi Sumatera Utara melalui Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura telah menetapkan sasaran tanam jagung tahun 2020 seluas 252.854 Ha. Taput akan menanam jagung seluas 13. 254 Ha dengan sasaran panen seluas 249.874 Ha.

Dikatakan dengan hasil intervensi yang dilakukan Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Propsu telah  memberikan bantuan benih ke Taput  seluas 10.300 Ha dan telah tersalur 3.350 Ha dengan sisa 6.950 Ha. Dengan produktifitas 6,1 ton per hektar, maka target produksi jagung Sumut 2020 adalah 1,52 juta ton. ” Produksi ini memberikan sumbangan 6,29 persen terhadap produksi jagung nasional,” kata Ratna.

Kadis Pertanian Taput Ir. SEY Pasaribu mengatakan, dengan menanam jagung hibrida ini untuk menjaga ketahanan pangan ditengah Pandemi Covid-19. Bantuan benih jagung untuk ditanam diatas lahan 18.300 Ha akan segera diberikan kepada masyarakat untuk gerakan  percepatan tanam, karena sebentar lagi musim kemarau. “Target 2020 akan dapat dicapai dengan adanya bantuan benih jagung  dari kementan RI untuk luas 18.300 Ha,” terang SEY Pasaribu.

15 Kecamatan diantaranya penerima benih, Kecamatan Pagaran sebanyak 12.195 kg/813 Ha dengan jumlah Poktan penerima 41 Poktan. Kecamatan Muara, sebanyak 10.650 kg/710 Ha dengan  Poktan penerima 42 Poktan, Kecamatan Adian koting, sebanyak 7.500 kg/ 500 Ha dengan jumlah 32 Koptan 32, Kecamqtan Siatas Barita, sebanyak 13.500 kg/900 Ha dengan jumlah 25 Koptan.

Kecamatan Tarutung 4.530 kg/302 Ha, dengan jumlah Koptan 12, Kecamatan Pahae Jae sebanyak 1.875 kg/125 Ha, jumlah 5 Koptan, Kecamatan Parmonangan sebanyak  27.600 kg/ 1.840 Ha dengan jumlah  58 Koptan. Kecamatan Sipahutar  sebanyak 15.000 kg/1000 ha dengan jumlah 69 Koptan, Kecamatan Sipoholon sebanyak 22.500 kg/ 1.500 Ha dengan jumlah 65 Koptan. Kecamatan Siborongborong sebanyak 11.400 kg/ 760 ha dengan jumlah 51 Koptan, Kecamatan Pangaribuan sebanyak 27.750/1850 Ha dengan jumlah Koptan  77.  Untuk Jumlah keseluruhan sebanyak 153.500 kg/10.300 Ha, dengan jumlah 431 Koptan. **